victims

Sunday, June 21, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Poporon V Walens Choco Soes

Baru kali ini saya mengadakan perbandingan dua produk yang serupa. kini ada dua cemilan fenomenal yang merupakan satu dari seratus cemilan lebaran yang cepat habis yaitu sus kering isi cokelat. snek ini hadir dalam bentuk kiloan atau curah di beberapa pasar, namun ada brand yang melirik keberhasilan dari penciptaan snek ini dan mengemasnya dengan apik serta didistribusikan dengan masif ke banyak pasar swalayan.

kita mulai sang penantang Meiji Poporon.
Meiji Poporon diproduksi oleh PT Ceres Meiji Indotama di Karawang dalam lisensi Meiji Jepang. Meiji merupakan perusahaan yang besar di Jepang karena membawahi banyak anak pabrik dari hulu ke hilir. Dengan packaging yang ceria penuh warna, Meiji Poporon menentukan targetnya berupa manusia muda berwarna senang berkumpul dan bermain. walau sekilas seperti anak-anak namun bungkus Meiji Poporon yang ciamik ini cukup luas targetnya dari anak-anak hingga orang dewasa.


Penentuan jenis produk berupa sus isi cokelat sendiri sudah menjadi hal yang unik. sebelumnya hello panda sudah mendahului siapapun dalam model makanan ringan seperti kue sus ini.  Hasilnya pun lumayan dan hingga kini hello panda masih bertahan dan berhadiah mainan.

Meiji Poporon dengan produk yang menarik dan packaging yang asik cukup menjadi saingan yang berat bagi Walens Choco Soes di seberang sana.

Walens Choco Soes diproduksi oleh Nissin, perusahaan makanan yang juga dari Jepang yang sudah lebih dulu menginvasi warung-warung di Indonesia dengan wafer bergambar geng sepeda. Walens Choco Soes diproduksi di Semarang oleh Nissin Biscuit Indonesia. Belum diketahui oleh penulis, apakah ada hubungan antara Nissin Biscuit Indonesia dan Nissin Foods Holding.

Walens Choco Shoes memiliki packaging yang lebih umum dan konservatif selayaknya brand lawas Indonesia lainnya yang mempertahankan satu trademark yang mungkin tidak akan diubah.

selain tampil dengan kemasan di atas, Walens Choco Soes juga mengeluarkan versi mininya, tanpa wadah plastiknya. untuk di supermarket Walens juga tersedia di dalam kotak kaleng besar.

dari ceritaperut.blogspot.com


Walens dan Poporon berada di jejeran etalase yang sama. Mereka jelas saling bersaing karena kesamaan produk dan harga yang juga bersaing. Besar produk pun hampir sama. Hanya saja Poporon terlihat lebih besar ketimbang Walens.

Persaingan keduanya cukup ketat, Poporon hadir dengan kemasan yang penuh warna keceriaan dan dinamis untuk menarik pembeli ditambah lagi aksen Jepang yang membuat makanan ringan ini semakin cute. sedangkan Walens datang dengan latar belakang dan sejarah Nissin yang sudah menusantara. Walens datang dengan sifat bahwa yang lama bertahan berarti sudah teruji kualitas dan rasanya.

Masalah harga mereka sangat bersaing dan terus berubah-ubah. dulu Walens ketika tanpa saingan sempat menyentuh harga 7900 rupiah, kini dengan adanya Poporon, Walens terus mencari posisi dengan harga Poporon. Poporon sempat sentuh harga 8000an dan Walens selalu dibawahnya sedikit.

Dengan harga yang mahal sebenarnya itu menjadi posisi tawar tersendiri bagi Poporon untuk menjadi makanan ringan soes yang "lebih". Walens sendiri memiliki strategi sendiri yakni dengan membuat varian rasa Blueberry yang mana Poporon tidak miliki.

Rasanya Gimana Der ?

secara rasa Walens dan Poporon memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang mana itu kembali kepada pembeli, soes model manakah yang disukai.

dimulai dari Poporon. Poporon memiliki soes yang bersih licin, warna soesnya keemasan memanggil untuk disantap ketika membuka bungkusnya. Coklat soesnya rapi ada di dalam soesnya sehingga tidak mengotori tangan ketika memakannya.

Berbeda dengan Walens, Walens memiliki isi yang cukup tebal ketimbang Poporon. Isi dari Walens terkadang mengotori soes yang lain karena keluar dari lubangnya sehingga terkadang cokelatnya mengotori tangan. Walens memiliki warna lebih gelap ketimbang Poporon dan Walens lebih basah / berminyak ketimbang Poporon.

Soal rasa keduanya enak (ya iya lah) namun preferensi ada dalam mood, ingin yang isinya tebal tinggal ambil Walens ingin yang kriuk dengan cokelat yang tidak terlalu banyak silahkan ambil Poporon.

Sunday, June 7, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Milko Susu Sereal Rasa Cokelat

Di sebuah minimarket saya dipertemukan kembali oleh sebuah hal yang cukup menarik. Kali ini saya akan menulis tentang sebuah minuman yang saya temukan di pojok kiri bawah lemari es. Tempatnya terpencil dan sepertinya saya orang pertama yang membelinya.

PT Milko Beverages Industry, berpabrik di Bogor memproduksi berbagai jenis olahan susu, khususnya untuk anak-anak. Beberapa produknya ialah Milky Moo Susu Steril, Milky Fruity, Milky Day, Milky Moo Snack Susu Manis dan yang terakhir dan Saya akan presentasikan ialah, Milko Susu Sereal.

Milko Susu Sereal memiliki botol yang besarnya mirip dengan air mineral gelas, minuman ini didesain untuk dapat menunda lapar setelah dikonsumsi sehingga walau ukurannya kecil diharapkan dapat menunda lapar konsumen.

Milko Susu Sereal memiliki dua rasa, yakni rasa kacang hijau dan rasa cokelat, dua rasa yang sering dipakai untuk perisa minuman atau makanan yang siap seduh untuk sarapan atau penambah tenaga. Desain botol Milko cukup dewasa jika dibandingkan dengan produknya yang lain yang memang ditujukan untuk anak-anak. Namun di produk ini Milko seperti memang ditujukan untuk mereka yang sudah memiliki aktivitas lebih yang membuat waktu makan sangat sempit sehingga dengan satu botol Milko cukup untuk menahan lapar hingga datang waktunya untuk santap siang, pagi atau malam.

Minuman mengenyangkan  dulu diawali oleh Okky Jelly Drink yang segmentasinya agak gamang karena tidak jelas untuk siapa, anak-anak atau orang dewasa-bekerja-menengah kebawah. Jauh sebelum itu, Energen sudah mewarnai waktu sarapan masyarakat Indonesia dengan berbagai rasa yang menurut saya cukup enak walau kurang praktis karena harus diseduh. Cimory dengan Susu kedelai yang cukup mengenyangkan mampu menembus benak masyarakat. Selain karena rasanya enak, namun memang minuman ini sangat padat sehingga mengenyangkan. 

Milko hadir dengan harga yang lebih murah, cukup 5.300 rupiah, kira-kira 2.700 lebih murah dari Cimory mencoba membuat khasiat yang sama yaitu menyehatkan dan mengenyangkan. Namun segmentasinya agak berbeda. Cimory Susu Kedelai memiliki kemasan yang lebih feminim karena khalayak primer yang dituju ialah perempuan, Milko Susu Sereal memiliki kemasan yang lebih umum, tidak menuju pada pasar yang spesifik, hanya dengan keunggulannya Milko bersaing.

Disamping itu di situs resminya juga terdapat beberapa kandungan yang dimiliki Milko Susu Sereal, seperti Protein, Kolin, Asam Folat, Magnesium, Seng dan seterusnya.

Rasanya Gimana Der ?

Saya sebenarnya sudah mencoba kedua rasa, dan rasa yang saya rekomendasikan adalah rasa Cokelat. Minuman ini enak diminum dingin, rasa cokelat dan manisnya tidak tertinggal ditenggorokan dan nyaman ketika mendarat di dalam perut. Satu-satunya efek samping ketika mengkonsumsi Milko adalah kenyang. Materi yang padat di dalam minuman ini membuat saya kekenyangan karena pertama kali meminum Milko adalah setelah saya santap siang.

Kenyangnya cukup awet paling tidak satu jam dari waktu makan. Walaupun mengandung susu namun tidak membuat mules.

Sereal yang terkandung di dalam Milko tidak terlalu terasa karena serealnya seperti terlarut dalam air sehingga yang dirasakan nantinya cukup kenyangnya saja. Jadi ada hal baru untuk menambal perut dengan praktis selain biskuit dan snack bar.

Saturday, May 2, 2015

Ibu Tuti

Ibu Tuti adalah guru SMP saya. Dia mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Hari pertama dia mengajar, ada satu pertanyaan yang dia sampaikan yang mana jawabannya akan dipegang erat-erat oleh mereka yang diajarnya.

"Kalian di kelas ini , ingin diajar atau dididik ?"

Pertanyaan ini hanya sekali saya dengarkan dalam seumur hidup ini. Tidak ada orang lain atau bahkan guru lain sejak SD hingga SMA yang mengeluarkan pertanyaan tersebut dari mulut mereka. Pertanyaaan ini sebenarnya jebakan, karena pada akhirnya ini menuju kepada satu jawaban.

"kalau sekedar ingin diajar, saya akan bodoamat dengan kalian, yang penting saya mengajar. kalau ingin dididik maka kalian akan saya didik sebagaimana saya mendidik seorang anak"

*kira-kira begitu karena sudah bertahun yang lalu*

Ibu Tuti ini sangat keras, keras di rumah dan di sekolah. Karena semua murid adalah anaknya. kesempurnaan dalam mengerjakan sesuatu sangat dituntut. Dalam pelajarannya diselipkan cerita bagaimana kerasnya hidup Ibu Tuti dan bagaimana ia menelan nilai-nilai yang ia pahami selama hidupnya.

Kemudian menjelang kami kelas 3 SMP, Ibu Tuti mulai memakai jilbab dikepalanya. Galaknya mulai sedikit berkurang dan mulai sedikit humoris. namun anak-anak di kelas mulai paham ukuran yang dibutuhkan untuk mencapai kesempurnaan yang diminta Ibu Tuti. Perubahan ini terjadi konon karena Ibu Tuti sudah mencapai titik lelah untuk keras kepada anak didiknya. Ia ingin hidup penuh kebahagiaan dengan anak-anak didiknya yang terisisa 23 anak ini karena yayasan yang menaungi SMP saya tidak lagi membuka kelas baru sejak kami naik kelas 2, sehingga angkatan 2006 adalah angkatan terakhir.

Ibu Tuti adalah satu dari banyak guru yang saya kagumi selama saya bersekolah. Bukan merendahkan guru lainnya, namun caranya mendidik anak-anak seperti bagaimana ia mendidik anak-anaknya sendiri. tanpa ampun kata-kata kasar kadang keluar dari mulutnya, namun jangan lupa, kita sejak pertama bertemu sudah bersumpah untuk ingin dididik seperti anaknya sendiri.

Wednesday, March 11, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Oreo Coconut Delight

Karena di Indo**maret ada promo beli dua oreo geratis satu maka berujung pada post saya yang kini mengenai makanan-diputer-dijilat-dicelupin ini.

Makanan ringan rasa kelapa di Indonesia adalah salah satu anugrah dalam cipta rasa perusahaan makanan dalam negeri. Entah mengapa rasanya betapa enak dan selalu di asosiasikan dengan teh hangat manis buatan ibuk.

Memang biskuit kelapa bukanlah sebuah kudapan yang disantap secara reguler. layaknya wafer biskuit kaleng Khong Guan kesempatan untuk menyantapnya seperti ada waktu tersendiri.

keunikan dari biskuit aroma kelapa adalah wangi kelapanya yang entah mengapa tidak menusuk dan membuat nyaman bagi mereka yang mengkonsumsi.

Makanan kudapan kemasan dalam negeri yang bertemakan kelapa di dominasi oleh Roma Biskuit Kelapa produksi Mayora. Hal ini tentu disebabkan frekuensi iklan Roma sangat tinggi di media nasional sehingga menutup dominasi kudapan aroma kelapa di Indonesia dari brand lain seperti Nissin atau AIM Biscuits.

***
Oreo merupakan salah satu cemilan yang disukai oleh orang Indonesia. Oreo muncul ke permukaan dengan iklan yang menceritakan rahasia seorang Ayah tentang "Cara Makan Oreo" Twist-Lick_Dunk atau dalam Bahasa Indonesia di kenal dengan "Diputer Dijilat Dicelupin".

Oreo masuk di Indonesia ketika masih di bawah brand Nabisco ( kalau ingat dulu di tengah keping oreo melintang tulisan Nabisco) kemudian Nabisco diakuisisi oleh Kraft sehingga seluruh produk Nabisco termasuk Oreo ada di bawah kendali Kraft. Tahun 2012 Kraft membuat sub-brand bernama Mondelez yang membawahi divisi cemilan di Kraft, sehingga kini jika diperhatikan tidak ada lagi logo Kraft di bungkus Oreo, Cadbury atau Biskuat.

Saat awalnya Oreo hanya memperkenalkan satu jenis Oreo yaitu Oreo dengan krim vanilla kemudian seriring waktu berjalan muncul Oreo dengan krim lebih tebal, dan diikuti dengan Oreo krim cokelat. makin lama Oreo di Indonesia makin bervariasi, ada krim strawberry, krim jeruk, golden oreo, oreo cokelat dan kacang dan kini muncul Oreo dengan krim kelapa ditengahnya.

Variasi ini cukup unik dan tidak terduga karena biskuit sandwich kini masih ada dalam mainstream-nya dengan rasa-rasa populer seperti vanilla-cokelat-strawberry-jeruk-kacang ...
dan bahkan kini Roma mengeluarkan biskuit kelapa sandwich yang mengapit krim vanilla. Oreo cukup berani ada di jalur ini dan kita tunggu rasa lainnya yang mungkin lebih berani.

RASANYA GIMANA DER ?

Saya rasa yang dilakukan oleh Oreo adalah penyempurnaan atas penciptaan aroma dan rasa kelapa yang telah dilakukan oleh sang penemu tersebut. dua biskuit pahit milik Oreo dipadukan dengan krim kelapa menjadi satu kesatuan yang asik.
Rasanya cukup enak, baik untuk sebagai perlipur lara ketika sedang berkegiatan.
juga untuk yang mau cari yang manis-manis ini juga direkomendasikan.
dengan 7900 rupiah memang cukup mahal namun jaman sekarang cemilan yang serupa ga jauh dari harga itu.

begitu.

Sunday, March 8, 2015

1,5

gw sebenernya hampir ga pernah berencana.
selain karena belum berkeluarga, hidup gw terlalu penuh kejat-kejut diberbagai aspek.
salah satunya kehadiran gw di Jogja dan kebelum-lulusan gw ini.
untuk hal yang terakhir kejutnya lahir dari rumah sih dimana mereka khawatir anaknya yang tak kunjung mengirim undangan wisuda ini.

saudara dan kerabat yang seumuran atau bahkan lebih muda, udah update linkedin dengan pekerjaan mereka yang baru sebagai pegawai dientah mana itu. beberapa sudah menikah. sedikit dari mereka yang kuliah lagi atau belum lulus laiknya penulis post ini.

sebenernya gw pun khawatir dengan kebelumlulusan gw kok tenang aja wahai sosayeti.
gw terlambat 1,5 tahun atau kira-kira 18 bulan dari kelulusan yang biasa terjadi kepada angkatan 2009. namun gw optimis gw mengganti 18 bulan dalam hidup gw dengan hal-hal yang membangun kemampuan dan mental untuk menjadi manusia yang mumpuni nantinya.
1,5 tahun memanglah terlihat lama namun menurut gw sebanding dengan apa yang gw perbuat dan terima. sehingga dalam kekesalan gw ketika dibanding-bandingkan dengan anak tetangga yang lulus 3,5 tahun gw dalam hati kadang pengen banget duduk di meja yang sama dengan mereka dan kita ngobrol, apa yang udah mereka kuasai, punya cerita menarik apa dan udah bikin apa aja sih. namun gw takut. takut gw yang kalah :)))

oke, ketika 1,5 tahun yang gw "sia-siakan" ini ternyata kalah isinya sama yang lulusnya cepet mungkin paling ngga, gw bisa cerita banyak ke anak-cucu gw nanti tentang 1,5 tahun hidup gw yang sia-sia itu.
atau sekedar cerita ketika ketemu anak-anak sepupu gw.
atau bisa jadi bahan cerita ketika ada yang ajak ngobrol di kereta atau pesawat.

***

beberapa orang mungkin berpendapat bahwa
"ya mending lulus cepet, terus baru deh dapetin pengalaman 1.5 tahun mu itu setelah lulus"

sebenernya ini ga salah.
namun.
sayangnya.
pasca lulus dalam benak gw adalah sebuah strata kehidupan selanjutnya yang memiliki kewajiban baru dan tuntutan yang baru.ini ada di benak gw aja, karena gw belum lulus :p
itu apa yang gw lihat yang ada di sosayeti sih. mungkin aja salah.

untuk saat ini gw masih dalam usaha mengerjakan dan menyusun skripsi yang terus merengek minta diselesaikan dan semoga sebelum bulan ramadhan, hal ini sudah selesai sehingga tiba di kampung halaman dengan status "menunggu jadwal pendadaran"
cuma bisa amen.

Thursday, February 19, 2015

Membaca Cara Menulis

Pertanyaan "darimana dapat inspirasi" atau "bagaimana mendapatkan ide" tak henti menghujam pertemuan-pertemuan kreatif seperti bedah buku bersama sang penulis, kelas-kelas komunikasi strategis dan nonton bareng film pendek atau dokumenter.

beberapa saat yang lalu saya membuka blog saya dan berniat menelurkan satu tulisan namun apa daya, hanya draft tanpa arti yang saya dapati. kemudian saya terus mencari bagaimana tangan ini menghasilkan sesuatu yang asik untuk ditulis.

kemudian muncul sebuah pertanyaan, apakah definisi asik itu sendiri. kemudian asik itu bagi siapa. saya khawatir bahwa ketidakmampuan saya menghasilkan tulisan karena berpikir untuk keasikan orang lain yang muncul dari asiknya saya membaca tulisan orang lain. memang sih menulis baiknya juga asik untuk dibaca orang lain seperti kata dosen saya di matakuliah dasar-dasar penulisan kala itu. bahwa menulis untuk diri sendiri tak lebih dari sekedar onani.

beberapa saat yang lalu dua senior saya Awe dan MasJaki menulis di blog mereka masing-masing tentang bagaimana mereka menulis. Keduanya terlalu keren sehingga ketika membacanya ada rasa bahwa seperti itulah caranya menulis. banyak referensi, catatan, riset dan post it berwarna-warni menghiasi.

ditengah kepanikan itu kemudian saya tersadarkan tujuan awal dari saya menulis, bahwa saya menulis untuk hanya menulis. Mungkin sulit didefinisikan, namun saya menulis memang untuk hanya menulis. saya menulis musik, makanan, tempat olahraga, percintaan, keluhan terhadap pendidikan, tulisan untuk tukang parkir dan seterusnya.

ya setiap penulis punya cara sendiri untuk menulis. kedua senior saya menulis ya memang karena mereka ada pembaca yang mereka layani. sedangnkan saya menulis untuk belajar melayani diri sendiri sehingga saya dapat melihat bagaimana saya dapat berpikir secara sistematis dan memiliki struktur dalam menyusun kata-kata di dalam satu tulisan. terkadang saya memang penasaran berapa nilai dari tulisan-tulisan saya jika di ponten oleh beberapa orang yang sudah mahir dalam menulis. namun kadang saya berpikir bahwa nilai tersebut juga memiliki kemampuan untuk memberi tekanan bahwa saya harus menulis seperti "ini" yang lagi-lagi membuat saya lupa apa tujuan awal saya menulis.

jadi kini bagi saya, dapat menulis satu postingan blog saja sudah merupakan prestasi. menulis dari pemikiran sendiri, dengan cara saya sendiri yang walaupun dibaca juga sendiri.

Saturday, February 7, 2015

MSLH

entah kok bisa.
padahal bisa tidak terjadi atau bisa dihindari paling tidak se-khilaf-khilafnya manusia.
terlalu jauh untuk membawa hal ini ke hal keagamaan.
karena ini sangatlah sederhana.
hubungan manusia dan manusia yang sangat sederhana.
Hubungan dengan Tuhan masih bisa nanti.
Karena Tuhan sangatlah pemaaf sedangkan manusia yang lebih rendah derajatnya, masih dekat dengan penggoda-penggoda yang dikenal setan. jangankan dalam perbuatan, terpikir kadang pun tidak untuk sedikit tersenyum kepada lingkungan sekitar.

keadaan ini sedikit memecah fikiran. namun yasudahlah.
jangan difikir banyak-banyak.
egois diciptakan untuk digunakan.
maka gunakanlah tepat pada waktunya.


Sunday, January 18, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Kiyora Teh Susu

harus diakui bahwa Nu Milk Tea berlenggang sendirian dipersaingan teh-susu dalam kemasan. selain rasanya yang harus diakui enak, produk teh-susu dalam kemasan memang hanya Nu Milk Tea yang menyediakan karena kebanyakan pabirkan lain bermain di pasar sachet.

Penamaan Mik Tea sendiri cukup baik, menghindari penamaan Teh Tarik yang kurang premium. dengan desain botol yang bagus pula menjadikan Nu Milk Tea produk yang sempurna luar dalam.

***

Saya baru saja kembali dari minimarket dekat tempat tinggal saya dan menemukan ada botol baru di dalam kulkas mereka... namun awalnya saya melihat botol ini bukan langsung dari kulkasnya, namun dari keranjang belanja orang lain, kemudian karena saya penasaran saya sambangi kulkasnya dan kini saya mencoba menulisnya.





seperti yang tertulis di botolnya, Kiyora adalah bahasa Jepang yang artinya kemurnian/ketenangan. Kiyora teh susu merupakan hasil kolaborasi dua perusahaan produk minuman yang termashyur. ITO TEN dari Jepang dan ULTRAJAYA dari Indonesia. ITO TEN ialah produsen teh hijau terbesar di Indonesia, produk lainnya yang mereka pasarkan  adalah Kiyora Teh Hijau. ULTRAJAYA tentunya semua masyarakat Indonesia mengetahuinya, dengan serangkaian produk Susu kemasan UHT-nya, ULTRAJAYA pun menjadi salah satu yang terbesar sebagai produsen susu di Indonesia.

ITO TEN sebagai pemasok teh dan ULTRAJAYA menyediakan susu, mereka melahirkan produk teh susu dengan atas sub-brand Kiyora.

Belum ada indikasi bahwa produk ini akan mengalahkan dominasi Nu Milk Tea, namun Kiyora tetap memiliki kans untuk menancapkan kuku di benak masyarakat Indonesia, khususnya perempuan. desain botolnya yang feminim membuat produk ini sepertinya ditujukan untuk kaum hawa.

Penamaan dengan Bahasa Indonesia pun cukup menarik, menghindari Bahasa Inggris, penggunaan aksara Jepang seperti sudah cukup mewakili kualitas produk ini.

RASANYA GIMANA DER ?

ada satu perbedaan setelah mengkonsumsi dua produk teh-susu kemasan ini ,antara Kiyora Teh Susu dan Nu Milk Tea. ada efek samping dari Nu Milk Tea yang mungkin semua konsumen merasakan, ialah bau mulut. mungkin hal ini ditimbulkan dari susu yang ada dikandungan Nu Milk Tea.

Kiyora tidak menimbulkan bau mulut, rasa susu dan tehnya amat seimbang sehingga tidak ada rasa teh saja dan susu saja, yang ada teh dan susu. itu salah satu mengapa produk ini cukup feminim. karakter produknya sama dengan Nescafe smooth yang menyajikan kopi yang lembut. Kiyora Teh Susu memiliki hal yang sama, rasanya lebih lembut ketimbang Nu Milk Tea.

Dengan harga 6900 rupiah, Kiyora Teh Susu cukup menarik untuk menjadi konsumsi harian. minum selagi dingin jangan lupa di kocok dulu layaknya Ultra Milk.

Thursday, December 4, 2014

Tanya Derry Sebelum Membeli : Volendam Cheese Stick

Kerabat yang sekolah di Bandung bertanya alamat, konon ingin mengirimkan merchandise acara seni-seni-an ternama di kampusnya Bung Karno. Namun ketika paket dibuka, ada hal lain yang turut serta mengikuti. Kebahagiaan bertingkat itu namanya, karena yang berlipat hanyalah perut saya.
Di dalamnya ada kaos abu-abu yang posisinya sebagai merchandise dan beberapa makanan 'khas' Bandung dan satu bungkus makanan yang tampaknya bukan orang sini. Impor.



Dengan teks berbahasa entah, Belanda ? ya Eropa situ deh pokoknya, serta bergambarkan logo ibu-ibu yang khas sekilas saya mengira kawan saya itu baru pulang dari negara mana dan bawa cemilan dari sana,
namun ini menjawab semua...

Pemilihan font dan bahasanya cukup baik sehingga sekilas saya mengira ini bukan produk lokal. Cemilan ini sebelumnya saya tak pernah bertemu entah karena saya ada di Jogja atau saya kurang gaul.




Kemasannya serupa dengan snack-snack di deretan snack impor di supermarket sehingga kesan pertawa orang awam seperti saya akan mengira snack ini adalah dari luar negeri. agak takjub sebenarnya dan bertanya-tanya, "kok bisa-bisanya gw baru tahu" disegel dengan segel merah yang juga bertuliskan bahasa asing semakin meyakinkan orang awam melihat produk ini sebagai produk eropah.




Keunggulan yang mereka tonjolkan adalah pembuatan cheese stick ini menggunakan tiga macam keju yang membuat rasanya lebih enak. berat bersihnya cuma 150g yang membuat ini layaknya beli banyak kalau mau jadi cemilan nonton atau nugas.

Rasanya Gimana Der ?

rasanya enak. cheese stick-nya kering dan enak (diulang). komposisinya kalau menurut mereka 3 macam keju namun kurang satu bagi saya, yaitu air mata. haha, itu istilah saya dan teman-teman memaknai makanan yang enak banget, bikinnya harus pake air mata biar nikmat. harus beli kalau suka cheese stick, kalo ga suka makan ini mungkin jadi suka. Janganlah dibandingin sama yang di minimarket kapitalis sekitar rumah anda. Beli yang ini aja walaupun harus bayar ongkir. Liat di Kaskus harganya sih 25.000 satu kantung, entah setelah kenaikan BBM dan Inflasinya serta Ongkir. 

Mungkin 25.000 ini mahal di packagingnya, maka dari itu produk ini pas untuk kado ulang tahun atau wisuda, atau abis jadian/balikan.

kalau untuk makan sendiri baiknya packagingnya jangan dibuang. sayang-sayang.