victims

Showing posts with label jaya. Show all posts
Showing posts with label jaya. Show all posts

Tuesday, July 1, 2014

Harga Juang

Kalau sedang beruntung, bisa ditemui seorang bapak-bapak yang masih bugar dengan umur mungkin sudah menginjak kepala lima, sedang berjalan megal-megol di sekitaran Grha Sabha Pramana (GSP). Tadi sore saya memberanikan diri menyapa dengan tekad mencari tahu siapa sebenarnya dia. Terlihat sekilas, doi adalah mantan atlet, mungkin atletik karena bentuk tubuhnya masih bagus dan tidak begitu buncit.

Tanpa berkenalan saya mencoba memulai obrolan, namun karena sudah lewat 6 jam dari waktu obrolan saya dengan bapak tersebut, ada beberapa part yang adalah prakiraan namun maksudnya tetap sama... di sini saya aktif terus bertanya agar tidak awkward ~

D : Derry
B : Bapak

--
D : Bapaknya atletik pak ?
B : ya dulu..
D : Apa pak ? jalan cepat pa ?
B : iya jalan cepat 
D : Cabang lain ikut juga pa ?
B : ndak, spesialis.. kalo marathon ya marathon tidak bisa ikut jalan cepat.. sprint juga.. semua sudah ada jalannya sendiri-sendiri..
D : bapak wakili Jogja berarti ?
B : iya..
D : Paling tinggi apa pak ?
B : dulu emas saya..
D : Kejurnas ?
B : Iya.. Asian juga pernah.. Asia Pasifik.. pernah. Dulu emas tahun '84 pernah 86.. 88.. terakhir 90..
kalo yang Kejuaraan Asia itu di Singapur.. jalan cepat keliling singapur, 20 kilo.. .. saya rekornas sekali di Jakarta waktu itu..
D : berapa pak waktunya itu ?
B : 45 menit sekian, sebelumnya 46 menit.. 20 kilo..
D : lawannya yang kuat dari mana pak kalo dari luar negeri ?
B : Malaysia itu yang paling kuat..
D : Thailand ?
B : Thailand ga bagus..
D : Jepang pak ?
B : Jepang itu ngga bagus, kalo sprint mereka bagus.. jalan cepat ngga..
D : Kalau nasional yang bagus dari mana pak ?
B : Lampung itu bagus.. lalu Jogja sama (saya lupa nama kota-nya).... kalau kejuaraan sirkuit itu pokoknya yang dateng itu pasti dari Kalimantan timur, tengah, Jogja, Jatim... ya itu-itu aja. kalo Kejurnas baru tambahan dari Maluku sama Papua...
D : Papua bagus juga pak ?
B :  dari Papua itu kebanyakan kena malaria jadi ga kuat kalo jalan cepat, Papua bagus kalau lempar lembing, martil.. tolak peluru...
D : Bapak ga ngelatih pak ?
B : endak, sudah ada orang yang ngelatih..
D : Dulu pernah ditawarin tinggal di Jakarta pak ?
B : endak.. dulu saya tinggal di Jakarta 8 bulan.. Pelatnas. kalau latihan di Parkir timur situ.. latihannya keras, yang melatih Pak Asro itu di pegawai Pertamina.. keras orangnya. Marathon juga dia yang pegang. Ya latihannya keliling Parkir Timur itu sambil ditungguin. Bangun pagi jam tujuh latihan sampai jam 10. paling ngga dua jam setiap latihan.. programnya ada kecepatan atau jarak jauh... 
D : .. hooo...
B : tapi Jakarta itu bising.. dulu aja nyaris ditabrak mobil. pernah itu pas lagi latihan
D : ..hooo...
B : Kalau sudah punya anak gitu susah, banyak pikiran.. tidak fokus lagi..
D : Terakhir main kapan pak ?
B : Saya menikah itu tahun 1996 terakhir itu kira-kira 1994.. sudah bosan keluar negeri.. tapi kalau sekarang ikut kejuaraan saya masih berani, masih bisa menang saya.
D : ...hooo...
B : Tapi malas juga, kalau ke Jakarta.. biaya sendiri tapi maju atas nama Jogja... paling ngga ke Jakarta itu habis 3 juta mas.. Jogja itu kurang kalau masalah begini. Dulu uang saku dari Jogja itu 100.000 kalau daerah lain udah 2 juta. malu kalau dibandingin daerah lain. Kalau juara cuman dapet medali.. kebanggaannya kalau di atas podium aja rame-rame.. kalau udah turun podium udah selesai ga ada apa-apa lagi..

(selanjutnya saya sok-sok tanya tentang teknik jalan cepat)

....

setelah itu sang bapak-bapak pulang memakai celana jeans pendeknya dan pulang dengan motor bebek.

tadi adalah potret dari kehidupan mantan atlet di Indonesia. namun sepertinya bapak itu cukup beruntung karena terlihat hidup dengan berkecukupan.

ada banyak lagi yang kurang beruntung dengan kekayaan terbatas pada kejayaan masa lalu yang tergantung rapi di rumah mereka. Yang ada hanya cerita-cerita manis yang sering dimuati di surat kabar. Namun tidak ada kejelasan dalam hidup para mantan atlet yang tidak memiliki jenjang karir dalam pekerjaan mereka.

Pilpres tahun ini menaruh harapan besar untuk mereka atlet dan mantan atlet di Indonesia. Siapapun yang terpilih semoga dapat mendengar suara mereka dan menghargai perjuangan mereka untuk negeri ini.

Tuesday, May 6, 2014

Juara

sudah hasrat manusia untuk mau menang dari yang lainnya.
walau keinginan itu kecil adanya, pasti hadir disetiap hati dan pikiran siapapun itu dia.
dari hal kecil.
rebutan remote televisi untuk acara di minggu pagi.
atau, rebutan tiket nonton artis favorit via internet.
taruhan sepakbola di piala dunia, atau mungkin cari perhatian untuk menangkan hati seseorang.
yang kuat yang menang bukanlah hanya milik rimba.
tapi semua yang ada di bawah naungan langit dan di atas bumi ini.

***

10 hari kemarin, mungkin lebih penting dari 6 hari penciptaan alam semesta.
lima bulan tim berlatih bersama. lima bulan pengurus mencari segala upaya agar kami bisa berangkat kesana.

gw tergabung dalam tim Softball Universitas Gadjah Mada untuk berangkat ke kejuaraan antar universitas se-Indonesia yang diadakan oleh Universitas Telkom, Bandung.

bagi gw sendiri proses ini lebih dari lima bulan. gw butuh hingga delapan bulan untuk bisa hadir dan memberikan kemampuan yang gw miliki untuk tim. gw punya fisik yang ga begitu kuat teknik pun masih kurang karena gw sempat vakum main akibat cidera lutut. dari akhir tahun 2013 hingga April 2014 , gw kejar ketertinggalan gw dari segi apapun. walau libur latihan, gw selalu agendakan satu hingga dua jam gw untuk latihan. Bahkan di hari latihan pun, malam harinya sesekali gw latihan tambahan sendiri untuk menambah ketertinggalan gw dari segi fisik. 15 menit - 30 menit lari-lari tanpa arah di lapangan parkir gedung wisuda UGM sudah lebih dari cukup.
capek, dan nyeri di bagian lutut sudah bersahabat.
sakit yang hadir saat latihan keras tidaklah lebih sakit dari rasa kalah saat bertanding.

***

tanggal 25 April kami tiba di Bandung.
pertandingan demi pertandingan kami lewati.
tim putra dan putri saling support ketika salah satu tim bertanding.
lagu demi lagu tak henti keluar dari mulut kami.
suara hilang bukanlah masalah, karena pertandingan tidak bisa diulang kembali.
bahkan beberapa malam tim berlatih yell-yell agar kompak di lapangan nanti

***

tim softball putri UGM belum dapat meraih gelar di kejuaraan tahun ini.
tim softball putra UGM belum mampu juara dan hanya dapat meraih tempat ketiga.
pencapaian apapun harus disyukuri.
bagi gw pribadi apapun yang terjadi di Bandung kemarin adalah emas.
coba lihat apa yang kita lewati lima bulan kemarin.
latihan setiap hari. hujan air hingga hujan abu tak hentikan tekad kita.
ada ribuan masalah yang menghalangi. masalah pribadi hingga masalah tim.
pengorbanan materil yang terhitung hingga benda yang paling mahal di dunia, waktu.
pengorbanan yang hadir dari orang-orang tersayang dibelakang kita ikut mendukung entah dukungan materil ataupun moril.

hingga satu titik, prestasi bukanlah piala bergilir, bukanlah medali atau bunga cantik dari panitia.
keberadaan, kebersamaan, dan pertemuan kita ialah prestasi yang nyata.
Keluarga.
Juara cukup di dalam dada.
karena tiada guna jika medali emas terkalung di leher kita, 
namun hati ini sepi adanya, senyum yang adanya palsu simpulnya dan pulang dari sana tidak ada bedanya dari hari biasanya.

jadi..
ya..
kita itu..
Juara..


***

kini saatnya merindukan gantungan jersey "wangi kemenangan",
jejeran sepatu penuh tanah, bunyi bat yang bersenggolan dan bunyi plastik makan siang yang kemarin sempat ada. 

setelah itu.
mari kembali ke lapangan.
dan raih angan walau perlahan.