Senin, 17 November 2014

Pandji Prasangka

Tulisan ini sekedar mengingat perasaan dan prasangka saya terhadap seseorang yang keren bernama Pandji Pragiwaksono. Ok, kini gw dah bisa menulis namanya tanpa copas dari suatu sumber, namun kebisaan gw ini berawal dari suatu keraguan dari keberadaannya di dunia hiburan Indonesia.

selayak anak kelahiran 90an lainnya mungkin mengenal Pandji adalah suatu fase yang pasti dalam menikmati televisi sebelum internet kencang hadir di Indonesia. Tentunya fase itu ada karena program televisi populer "Kena Deh  yang tayang di televisi swasta yang bahkan ditayangkan ulang di televisi swasta lainnya.

Namun gw melihat Pandji pertama kali disebuah acara televisi basket yang disponsori rokok waktu itu. dimalam hari ketika gw lagi seneng-senengnya main basket gw simaklah acara itu. namun peran Pandji sebagai MC cukup mengganggu dan gw agak males nontonnya. kemudian barulah gw bertemu Pandji yang lain di "Kena Deh"yang menurut gw lumayan.

Setelah itu Pandji kerap menjadi host untuk beberapa acara televisi. oia, btw gw bukan pendengar Hard Rock FM jadi gw ga tau kalo Pandji dulu penyiar radio.

Kemudian saat gw masuk kuliah, Pandji mulai open-mic. Setelah Standup Comedy dipopulerkan Alm Taufik Savalas yang rajin hadir di Transtv waktu itu kemudian berhadiran Comic-comic asal Jakarta yang direkam oleh seseorang dan di unggah di Youtube. Ada Sam, Soleh Solihun, Raditya Dika dan lain-lain dengan karakteristik masing-masing, salah satunya Pandji Pragiwaksono.

Betapa pesimisnya gw dengan penampilan doi saat itu dan gw menganggap Pandji cuma ikut-ikutan doang karena ya memang lagi naik saat itu yang namanya Standup Comedy. Apalagi didukung dengan hasratnya yang menjadi musisi yang menurut gw ga ngangkat-ngangkat banget. Dari kebiasaan Pandji yang memilih memiliki banyak kemampuan gw menilai ya Pandji ga lebih dari seseorang yang dengan kepercayaan diri yang tinggi dan  keinginannya untuk terkenal.

Tapi medio tahun 2010 itu memang masa di mana gw mulai terbuka pikirannya dengan perihal yang bersentuhan dengan karya. Umur akhir belasan mungkin ada pengaruhnya. Di tahun itu gw semacam menyentuh titik cerah mengenai karya. apapun itu karyanya. Gw mulai memandang karya ga cuma sebatas yang gw lihat atau dengar namun juga gw berusaha menerawang proses yang ada dari lahirnya sebuah karya. Dari situ gw bisa menghargai karya seseorang apapun itu.

Dari sebuah masa keterbukaan itu gw mulai terbuka dengan dunia. Mendengarkan semua jenis musik. Datang ke pameran ke segala jenis output karya, entah foto, lukisan, atau patung. Hal ini ditunjang dengan aktivitas masyarakat Jogja yang ga pernah jauh dari hal-hal tersebut.

Hal ini pun yang merubah pandangan gw terhadap Pandji Pragiwaksono. Gw berusaha menilai doi secara positif, bahwa semua yang ia tampilkan dipanggung maupun berupa bit, lirik, lagu, tulisan adalah karya yang gw harus hargai karena gw punya keinginan untuk paham dengan yang namanya proses.

Beberapa tahun kemudian gw memandang video Pandji, di Youtube diiringi lagu yang sudah di setting,  menitikan air mata terisak atas harunya pasca tampil di Taman Ismail Marzuki. Sebuah pencapaian yang  hebat menurut gw. Mungkin beberapa orang akan memandang bahwa Pandji ya emang keren, namun menurut gw ini adalah sebuah progres dari proses yang panjang. Ga gampang bikin orang dateng ke suatu acara dengan tiket ratusan ribu untuk nonton Standup Comedy di Indonesia. Namun Pandji dan teman-teman mampu melakukannya ditengah hiburan masyarakat yang kini keramaiannya terlihat hanya untuk jatah musisi saja.

Pandji Pragiwaksono mungkin sedikit dari banyak orang yang mampu menjadikan obsesi dan hobinya sebagai penghidupan dirinya dan keluarganya. Ia mampu me-maintain segala yang ia dapat, ia kenal, ia tahu untuk menjadi sebuah karya-karya yang ternyata dicintai dan dibeli. Ga ada alasan dan keluhan lagi untuk banyak orang yang merasa kesulitan hidup dalam menjalani hidup, semua memang memerlukan proses panjang dan strategi yang matang demi mencapai mimpi yang gemilang.

-tulisan ini dibuat setelah Pandji mengunggah foto bersama di depan Bigbang yang ia tweet dan ditujukan untuk para haters Pandji. Gw merasa sedikit terpanggil karena sempat menjadi salah satu darinya.

Jumat, 31 Oktober 2014

kembali

Menyadari bahwa tempat ini lama tak dihuni maka mari mengisinya kembali dengan segalanya yang mungkin bermanfaat setidaknya untuk diri sendiri lalu kemudian kepada orang lain.

Selasa, 22 Juli 2014

Cerita Dewasa

Hari ini bertambah umurnya karena waktu tidak bisa dihentikan. Arusnya sederas cerita-cerita dari hati dan pikiran Risa yang terus terlantun nada demi nada di telinga kami-kami ini , the happy family.
Tidak harus mendoakan, namun cukup mengamini doa-doa yang dilayangkan mereka Sarasvati karena tentunya mereka lebih tahu yang mereka inginkan.

Sunyaruri hadir sebagai pertanda sepertinya Peter, Hans, Will, Hendrick dan Yanshen tidak lagi hadir sebagai penonton paling depan dari pertunjukan Sarasvati. Namun itu bukan pertanda buruk. Hal itu juga dapat menjadi pijakan Sarasvati untuk akhirnya melantun cerita-cerita dewasa. Hal ini sudah ditandai dengan lahirnya tokoh Ananta Prahadi. Mungkin kedepannya akan ada lagi yang seperti ini.

"Ijinkan saya bercerita..." itu yang Risa katakan dalam deskripsi kumpulan tulisannya. Risa menjadi moderator bagi "mereka" dan kita di sini. Setiap ceritanya ada banyak arti yang disampaikan yang diantaranya ialah mengenai menghargai kehidupan, menghargai perasaan hingga bagaimana menyikapi nikmat dari Tuhan dengan terus bersyukur dengan segala bentuk nikmat, sekecil apapun itu.

Terima kasih Sarasvati atas karyanya yang sejak tahun 2009 hadir menemani hingga kini dan tentunya hingga nanti.

Pegawai Negeri Swasta

Pasca pertemuan tidak rahasia di salah satu gerai makanan cepat saji kemarin, kemarinnya lagi malam-malam, bersama seorang perempuan yang sudah sarjana, gw dalam perjalanan pulang teringat keinginan gw untuk berbaju safari nantinya. Pada awalnya gw agak pesimis dengan kehidupan aparatur negara karena rutinitas mereka yang gw juga ga tau sebenarnya mereka itu ngapain. Namun beberapa saat lagi kita akan mendengar pengumuman resmi pemilihan presiden 2014. Dari sini ada hal positif yang tiba-tiba muncul ke benak gw bahwa sepertinya akan ada yang berbeda di pemerintahan yang baru ini.

Perempuan yang gw ajak kencan kemarin menyatakan bahwa ia ingin hidupnya nanti bermanfaat untuk orang banyak. Maka ia tertarik untuk tergabung ke lembaga sosial masyarakat dan tidak memperkaya diri sendiri secara materi kemudian lebih memilih memperkaya masyarakat dengan apa yang bisa ia lakukan.

Gw di pertengahan tahun lalu beberapa kali kecewa (hingga kini sih) dengan keputusan atau kebijakan dari pemerentah khususnya di beberapa kementrian, yaitu Kemenpora - Kemenbudpar - Kemenkominfo yang basis perbuatan sehari-harinya tidak pro-rakyat (tsah).

Perlu disadari sih bahwa rakyat itu ada beberapa kelompok, dan kebutuhan mereka beda-beda. 
untuk mereka yang berada di bantaran kali dan rel kereta api, jelas butuh tempat tinggal. kalau mereka hidup di bawah garis kemiskinan pastinya butuh sembako yang murah, kalau mereka pedagang butuh pasar yang bisa mempertemukan mereka dengan pembelinya. kalau mereka pekerja kantoran mungkin butuh transportasi yang gak telatan serta bisa muat banyak. kalo pekerja digital pastinya butuh internet cepet, butuh kebebasan akses internet ke seluruh dunia, kalau mereka atlet ya butuh wadah, butuh kompetisi yang akhirnya menghasilkan uang agar gizi mereka dan keluarga cukup, kalau mereka penjaga tiket loket candi atau situs sejarah lainnya, berikan pendapatan yang sepadan karena mereka sudah menjaga aset bangsa. kalau mereka adalah orang kaya banget, berikan keamanan hidup agar tidak di usilin atau dirampas hartanya.

mayoritas hal di atas belum terpenuhi. Indonesia gede pula, bukan cuma Senayan doang.
Sepertinya keinginan gw untuk berada di dalam satu posisi tatanan negara kembali muncul.
dan gw berharap tidak menjadi pegawai negara yang tadinya gw benci. mungkin di pemerintahan yang baru ini orang-orang yang dapat berpikir jauh serta memiliki ide-ide segar tentang negara dapat diterima dan dihargai dengan layak sehingga hidup gw bisa bermanfaat secara nyata.

Rabu, 16 Juli 2014

Something From Gamila Arief

Sebagai intro gw hanya mau jujur kalo dulu gw mengira perempuan Indonesia satu ini ga bisa-bisa banget nyanyi. Karena ini ramadhan ya tak apa lah ya kejujuran gw itu jadi awalan cerita tentang CD dengan satu lagu berdurasi tiga menit lima puluh enam detik ini.

CD ini tiba kemarin sore dibawa oleh anak ibu kos yang masih kecil. Tanpa mengetuk pintu, tangan kecilnya mengayun-ayun lewat lubang jendela melempar map coklat ke dalam kamar. Dia kira gw ga ada di kost. Gw mendapatkan CD ini karena dihadiahi oleh yang-empunya karya karena iseng jawab pertanyaan via jejaring sosial twitter.

Gw punya ekspektasi sendiri setelah melihat case CD tersebut. Setelah ekspektasi itu udah tergambarkan di angan-angan, ditengah suhu Daerah Istimewa Yogyakarta yang sungguh mellow pula, gw memberanikan diri mendengarkan lagunya. Lagu orang yang gw ga yakin dia bisa nyanyi bagus xD

---

Aduh ternyata.
Lagunya bagus.
Gw ga akan mirip-miripin lagu ini dengan musisi lain sih, tapi yang pasti gw suka dengan lagunya. Mungkin agak gak objektif karena gw sendiri suka lagu-lagu yang dinyanyikan oleh seorang perempuan. Tapi lagunya ini bagus sungguh (diulang-ulang terus). Lagunya sesuai dengan yang gw harapkan setelah melihat cover CDnya. 



unicorn ?
untuk yang belum lihat covernya, jadi gambarnya adalah kristal-kristal yang sering ada di lampu-lampu ruang tamu gitu. glam-elegan menyenangkan gitu deh pokoknya kalo dicocokin dengan lagunya itu. 

Bukannya mengkotakkan genre myuzik, untuk bayangan aja lagu "Something From My Youth" ini nuansanya jazz-pop nan nelangsa namun tetap membuat nafas tetap teratur. Lagunya terdiri dari beberapa part yang asik-asik. Part favorit gw adalah ketika lagunya tiba-tiba jadi minor dan menuju ending yang ciamik dan para backing vocal menyanyikan part "...ulalalalala.." dan sang penyanyi utama menyanyikan lirik yang pokoknya ada lirik "..rainbow..."-nya. Karena listening bahasa inggris gw kurang membanggakan, gw berharap nanti si pemilik lagu bisa menyiarkan liriknya via apapun itu.

Dari liriknya sepertinya sang penyanyi sedang bercerita tentang dirinya, yang ia lakukan di masa mudanya kini atau dulu (?). 

Mungkin nanti ada lagu berikutnya. akan ditunggu, wahai yang ternyata merdu. 



paraf mbaknya...


Minggu, 13 Juli 2014

begitu begitu sangat

Mungkin ungkapan yang diutarakan adek kelas gw kemarin yang baru saja diselesaikan hubungan cintanya sangatlah tepat. terlalu tepat setelah lama gw mencari istilah yang pas untuk menggambarkan sebuah rasa-sakit-di-dada-karena-adanya-pelanggaran-harapan.

mungkin kamu yang kebetulan membaca post ini pun pernah merasakan hal yang sama, rasa di mana adanya hal yang dicabut paksa secara tiba-tiba ketika kamu menggenggam sesuatu ditelapak tangan. Mungkin itu juga mengapa adik kita menangis ketika mainannya direbut.

mengutip dari film 'My Girls', adik kelas gw tadi mengungkapkan bahwa kemarin dadanya sakit hingga terisak dan air matanya mengalir di sofa makanan cepat saji sambil menghapus foto mantannya, bahwa sakitnya seperti menelan tulang ayam. Setelah ia mengatakan itu dan... ya begitu memang rasanya. Sakit yang berkelanjutan dan perih yang tidak bisa diungkapkan dan tidak bisa dimengerti oleh mereka yang tidak pernah sakit hatinya. maksudnya, sangat sakit hatinya.

Rabu, 02 Juli 2014

Kepada Masnya, Calon Suami Talitha Marcia Farid.

Hai mas, apa kabarnya ? baik-baik saja bukan..
Saya temannya Tata, iya Talitha Marcia itu. Dia teman SMA saya. Dulu rumahnya sering jadi tempat latihan paduan suara. soto buatan mamahnya enak. Makanya anak-anak terutama yang doyan makan pastinya betah kalau latihan dirumahnya.
Kalau dibilang deket sih ga terlalu mas, saya dengan Tata. Tapi karena kami agak sering bertukar cerita hidup jadi ya mungkin bisa juga dibilang deket. Dulu sih deketnya karena kami tergabung di paduan suara SMA. Terus saya juga sering pesan sepatu lukis buat kado teman-teman dekat saya. di sepatu-sepatu itu juga ada cerita-cerita menarik yang juga kadang cuma saya dan Tata yang tahu. Saya cerita biar saya boleh bayarnya nyicil sih waktu itu :p

Jadinya tanggal berapa nih mas ?. Nikahannya di mana ? btw Tata itu punya resepsi nikahan impian lho mas. Tata pernah cerita belum ? ya Tata memang kadang agak malu kalau cerita-cerita macam negeri dongeng gitu, kecuali kalau dipancing-pancing baru keluar.

Tata pengen banget nikahan di altar gitu... iya iya saya tau kalian muslim.. tapi namanya impian terpendam kan boleh aja mas, anak FSRD mah bebas hehehe. saya lanjutin ya.. Jadi di altar gitu, terus pake gaun panjang terurai warna putih. detailnya mungkin bisa tanya Tata langsung sebagai pemilik impian.

Saya ga bisa kasih banyak masukan untuk masnya sebagai calon, karena ya saya memang kurang dekat dengan Tata, apalagi domisili kita berjauhan. yang menghubungkan kita cuma jejaring sosial, terkadang lewat pesan singkat di ponsel. yang pasti, masnya adalah yang beruntung jika akhirnya nanti bisa bertukar cincin dengan Tata, terlebih lagi bisa menimang buah hati dari rahimnya. Tata mengaku tak ada tujuan kesana kini dalam hidupnya. Jika kini ternyata semua berubah, berarti masnya lah yang menjadi penyebabnya.

Saya tapi ga tau tipe suami idaman Tata, yang pastinya tidak muluk-muluk kok. cukup sayang seperlunya dan cinta sepenuhnya. Cuma itu sih yang Tata mau dari lelaki yang akan mendampinginya. Karena kekayaan bisa di cari namun rasa nyaman hadirnya dari diri, apalagi ketampanan. siapapun akan rupawan jika bisa membahagiakan.

bahagia, nyaman memanglah luas. namun tergantung referensi masnya. kalau masnya punya faham akan tentang bahagia versi FTV, maka masnya mungkin akan sering dapat rengutan di dahi dari Tata. perluaslah referensi bahagiamu. bisa dipelajari dari kehidupan sekitar yang penuh lesung pipit. Bahagia juga bisa sambil beragama kok mas, dan bahagia tidak harus menutup kepala dengan kain panjang. memang terlalu banyak definisi bahagia, namun tentunya banyak-banyak bahagia tidaklah pantas jika tidak bersyukur.

kini Tata umurnya kian bertambah mas, mungkin semakin bertambah pula frekuensi pertanyaan akan jodoh dan pernikahan di akhir bulan Juli nanti. saya cuma bisa ngomong itu tadi. semoga berguna untuk masnya. saya tunggu tanggal mainnya.

Selasa, 01 Juli 2014

Harga Juang

Kalau sedang beruntung, bisa ditemui seorang bapak-bapak yang masih bugar dengan umur mungkin sudah menginjak kepala lima, sedang berjalan megal-megol di sekitaran Grha Sabha Pramana (GSP). Tadi sore saya memberanikan diri menyapa dengan tekad mencari tahu siapa sebenarnya dia. Terlihat sekilas, doi adalah mantan atlet, mungkin atletik karena bentuk tubuhnya masih bagus dan tidak begitu buncit.

Tanpa berkenalan saya mencoba memulai obrolan, namun karena sudah lewat 6 jam dari waktu obrolan saya dengan bapak tersebut, ada beberapa part yang adalah prakiraan namun maksudnya tetap sama... di sini saya aktif terus bertanya agar tidak awkward ~

D : Derry
B : Bapak

--
D : Bapaknya atletik pak ?
B : ya dulu..
D : Apa pak ? jalan cepat pa ?
B : iya jalan cepat 
D : Cabang lain ikut juga pa ?
B : ndak, spesialis.. kalo marathon ya marathon tidak bisa ikut jalan cepat.. sprint juga.. semua sudah ada jalannya sendiri-sendiri..
D : bapak wakili Jogja berarti ?
B : iya..
D : Paling tinggi apa pak ?
B : dulu emas saya..
D : Kejurnas ?
B : Iya.. Asian juga pernah.. Asia Pasifik.. pernah. Dulu emas tahun '84 pernah 86.. 88.. terakhir 90..
kalo yang Kejuaraan Asia itu di Singapur.. jalan cepat keliling singapur, 20 kilo.. .. saya rekornas sekali di Jakarta waktu itu..
D : berapa pak waktunya itu ?
B : 45 menit sekian, sebelumnya 46 menit.. 20 kilo..
D : lawannya yang kuat dari mana pak kalo dari luar negeri ?
B : Malaysia itu yang paling kuat..
D : Thailand ?
B : Thailand ga bagus..
D : Jepang pak ?
B : Jepang itu ngga bagus, kalo sprint mereka bagus.. jalan cepat ngga..
D : Kalau nasional yang bagus dari mana pak ?
B : Lampung itu bagus.. lalu Jogja sama (saya lupa nama kota-nya).... kalau kejuaraan sirkuit itu pokoknya yang dateng itu pasti dari Kalimantan timur, tengah, Jogja, Jatim... ya itu-itu aja. kalo Kejurnas baru tambahan dari Maluku sama Papua...
D : Papua bagus juga pak ?
B :  dari Papua itu kebanyakan kena malaria jadi ga kuat kalo jalan cepat, Papua bagus kalau lempar lembing, martil.. tolak peluru...
D : Bapak ga ngelatih pak ?
B : endak, sudah ada orang yang ngelatih..
D : Dulu pernah ditawarin tinggal di Jakarta pak ?
B : endak.. dulu saya tinggal di Jakarta 8 bulan.. Pelatnas. kalau latihan di Parkir timur situ.. latihannya keras, yang melatih Pak Asro itu di pegawai Pertamina.. keras orangnya. Marathon juga dia yang pegang. Ya latihannya keliling Parkir Timur itu sambil ditungguin. Bangun pagi jam tujuh latihan sampai jam 10. paling ngga dua jam setiap latihan.. programnya ada kecepatan atau jarak jauh... 
D : .. hooo...
B : tapi Jakarta itu bising.. dulu aja nyaris ditabrak mobil. pernah itu pas lagi latihan
D : ..hooo...
B : Kalau sudah punya anak gitu susah, banyak pikiran.. tidak fokus lagi..
D : Terakhir main kapan pak ?
B : Saya menikah itu tahun 1996 terakhir itu kira-kira 1994.. sudah bosan keluar negeri.. tapi kalau sekarang ikut kejuaraan saya masih berani, masih bisa menang saya.
D : ...hooo...
B : Tapi malas juga, kalau ke Jakarta.. biaya sendiri tapi maju atas nama Jogja... paling ngga ke Jakarta itu habis 3 juta mas.. Jogja itu kurang kalau masalah begini. Dulu uang saku dari Jogja itu 100.000 kalau daerah lain udah 2 juta. malu kalau dibandingin daerah lain. Kalau juara cuman dapet medali.. kebanggaannya kalau di atas podium aja rame-rame.. kalau udah turun podium udah selesai ga ada apa-apa lagi..

(selanjutnya saya sok-sok tanya tentang teknik jalan cepat)

....

setelah itu sang bapak-bapak pulang memakai celana jeans pendeknya dan pulang dengan motor bebek.

tadi adalah potret dari kehidupan mantan atlet di Indonesia. namun sepertinya bapak itu cukup beruntung karena terlihat hidup dengan berkecukupan.

ada banyak lagi yang kurang beruntung dengan kekayaan terbatas pada kejayaan masa lalu yang tergantung rapi di rumah mereka. Yang ada hanya cerita-cerita manis yang sering dimuati di surat kabar. Namun tidak ada kejelasan dalam hidup para mantan atlet yang tidak memiliki jenjang karir dalam pekerjaan mereka.

Pilpres tahun ini menaruh harapan besar untuk mereka atlet dan mantan atlet di Indonesia. Siapapun yang terpilih semoga dapat mendengar suara mereka dan menghargai perjuangan mereka untuk negeri ini.

Selasa, 17 Juni 2014

Tanya Derry Sebelum Membeli : Chitato Crispy French Fries Rasa Original

Di tengah kedigdayaan Kentang Goreng French Fries 2000 besutan Siantar Top, hadir satu produk serupa tapi tak sama dari orang lama di dunia makanan ringan.

Indofood melalui Chitato melakukan salah satu inovasi produk paling progresif. Selama ini, Chitato hanya bermain dengan varian rasa. Varian rasa awal seperti original, keju, ayam bakar dan lainnya ditambah dengan variasi rasa Asia. Namun kini Chitato mengeluarkan varian produk baru, Crispy French Fries.

gambar diambil dari http://www.theresiasyanli.blogspot.com/2014_04_01_archive.html

produk ini agak menyalahi propaganda mereka mengenai "life is never flat" yang didukung dengan Chitato keripik kentang yang bertekstur timbul-tenggelam. Produk ini berbentuk french fries pada umumnya namun ketika digigit tidaklah empuk namun renyah. Disinyalir produk ini muncul karena melihat banyaknya pembelian konsumer akan produk dengan packaging serupa, seperti Oreo dan Good Time dan Chitato ingin meniru sukses mereka. tapi apa daya produk mereka terasa aneh jika dibuat bentuk mini-nya dan tim kreatif mereka memutuskan untuk membuat makanan ringan dengan bentuk yang baru. keputusan yang sangat berani.


Rasanya Gimana Der ?

Logika gw semacam dimainkan karena Chitato ini. Mungkin saat makan benda ini gw sedang kelelahan. Namun, ini yang gw rasakan. Bahwa kita semua tau bahwa french fries adalah makanan yang mudah dimakan dan empuk. Namun ketika makan Chitato ini ada sebuah harapan yang disalahkan. Padahal emang udah ada tulisannya bahwa ini stik kentang. rasanya enak patut dicoba untuk pecinta Chitato.

Kalau pernah makan French fries 2000, ini versi upgrade-nya. French fries 2000 tengahnya bolong seperti Jet-Z. namun Chitato stik kentang ini bentuknya seperti french fries aslinya, padat dan renyah. agak sedikit keras.

dengan harga 12.500 sebenarnya benda ini agak terlalu mahal. karena dengan harga yang sama kita bisa mendapatkan pringless ukuran mini.