Sabtu, 02 Mei 2015

Ibu Tuti

Ibu Tuti adalah guru SMP saya. Dia mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Hari pertama dia mengajar, ada satu pertanyaan yang dia sampaikan yang mana jawabannya akan dipegang erat-erat oleh mereka yang diajarnya.

"Kalian di kelas ini , ingin diajar atau dididik ?"

Pertanyaan ini hanya sekali saya dengarkan dalam seumur hidup ini. Tidak ada orang lain atau bahkan guru lain sejak SD hingga SMA yang mengeluarkan pertanyaan tersebut dari mulut mereka. Pertanyaaan ini sebenarnya jebakan, karena pada akhirnya ini menuju kepada satu jawaban.

"kalau sekedar ingin diajar, saya akan bodoamat dengan kalian, yang penting saya mengajar. kalau ingin dididik maka kalian akan saya didik sebagaimana saya mendidik seorang anak"

*kira-kira begitu karena sudah bertahun yang lalu*

Ibu Tuti ini sangat keras, keras di rumah dan di sekolah. Karena semua murid adalah anaknya. kesempurnaan dalam mengerjakan sesuatu sangat dituntut. Dalam pelajarannya diselipkan cerita bagaimana kerasnya hidup Ibu Tuti dan bagaimana ia menelan nilai-nilai yang ia pahami selama hidupnya.

Kemudian menjelang kami kelas 3 SMP, Ibu Tuti mulai memakai jilbab dikepalanya. Galaknya mulai sedikit berkurang dan mulai sedikit humoris. namun anak-anak di kelas mulai paham ukuran yang dibutuhkan untuk mencapai kesempurnaan yang diminta Ibu Tuti. Perubahan ini terjadi konon karena Ibu Tuti sudah mencapai titik lelah untuk keras kepada anak didiknya. Ia ingin hidup penuh kebahagiaan dengan anak-anak didiknya yang terisisa 23 anak ini karena yayasan yang menaungi SMP saya tidak lagi membuka kelas baru sejak kami naik kelas 2, sehingga angkatan 2006 adalah angkatan terakhir.

Ibu Tuti adalah satu dari banyak guru yang saya kagumi selama saya bersekolah. Bukan merendahkan guru lainnya, namun caranya mendidik anak-anak seperti bagaimana ia mendidik anak-anaknya sendiri. tanpa ampun kata-kata kasar kadang keluar dari mulutnya, namun jangan lupa, kita sejak pertama bertemu sudah bersumpah untuk ingin dididik seperti anaknya sendiri.


Rabu, 11 Maret 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Oreo Coconut Delight

Karena di Indo**maret ada promo beli dua oreo geratis satu maka berujung pada post saya yang kini mengenai makanan-diputer-dijilat-dicelupin ini.

Makanan ringan rasa kelapa di Indonesia adalah salah satu anugrah dalam cipta rasa perusahaan makanan dalam negeri. Entah mengapa rasanya betapa enak dan selalu di asosiasikan dengan teh hangat manis buatan ibuk.

Memang biskuit kelapa bukanlah sebuah kudapan yang disantap secara reguler. layaknya wafer biskuit kaleng Khong Guan kesempatan untuk menyantapnya seperti ada waktu tersendiri.

keunikan dari biskuit aroma kelapa adalah wangi kelapanya yang entah mengapa tidak menusuk dan membuat nyaman bagi mereka yang mengkonsumsi.

Makanan kudapan kemasan dalam negeri yang bertemakan kelapa di dominasi oleh Roma Biskuit Kelapa produksi Mayora. Hal ini tentu disebabkan frekuensi iklan Roma sangat tinggi di media nasional sehingga menutup dominasi kudapan aroma kelapa di Indonesia dari brand lain seperti Nissin atau AIM Biscuits.

***
Oreo merupakan salah satu cemilan yang disukai oleh orang Indonesia. Oreo muncul ke permukaan dengan iklan yang menceritakan rahasia seorang Ayah tentang "Cara Makan Oreo" Twist-Lick_Dunk atau dalam Bahasa Indonesia di kenal dengan "Diputer Dijilat Dicelupin".

Oreo masuk di Indonesia ketika masih di bawah brand Nabisco ( kalau ingat dulu di tengah keping oreo melintang tulisan Nabisco) kemudian Nabisco diakuisisi oleh Kraft sehingga seluruh produk Nabisco termasuk Oreo ada di bawah kendali Kraft. Tahun 2012 Kraft membuat sub-brand bernama Mondelez yang membawahi divisi cemilan di Kraft, sehingga kini jika diperhatikan tidak ada lagi logo Kraft di bungkus Oreo, Cadbury atau Biskuat.

Saat awalnya Oreo hanya memperkenalkan satu jenis Oreo yaitu Oreo dengan krim vanilla kemudian seriring waktu berjalan muncul Oreo dengan krim lebih tebal, dan diikuti dengan Oreo krim cokelat. makin lama Oreo di Indonesia makin bervariasi, ada krim strawberry, krim jeruk, golden oreo, oreo cokelat dan kacang dan kini muncul Oreo dengan krim kelapa ditengahnya.

Variasi ini cukup unik dan tidak terduga karena biskuit sandwich kini masih ada dalam mainstream-nya dengan rasa-rasa populer seperti vanilla-cokelat-strawberry-jeruk-kacang ...
dan bahkan kini Roma mengeluarkan biskuit kelapa sandwich yang mengapit krim vanilla. Oreo cukup berani ada di jalur ini dan kita tunggu rasa lainnya yang mungkin lebih berani.

RASANYA GIMANA DER ?

Saya rasa yang dilakukan oleh Oreo adalah penyempurnaan atas penciptaan aroma dan rasa kelapa yang telah dilakukan oleh sang penemu tersebut. dua biskuit pahit milik Oreo dipadukan dengan krim kelapa menjadi satu kesatuan yang asik.
Rasanya cukup enak, baik untuk sebagai perlipur lara ketika sedang berkegiatan.
juga untuk yang mau cari yang manis-manis ini juga direkomendasikan.
dengan 7900 rupiah memang cukup mahal namun jaman sekarang cemilan yang serupa ga jauh dari harga itu.

begitu.


Minggu, 08 Maret 2015

1,5

gw sebenernya hampir ga pernah berencana.
selain karena belum berkeluarga, hidup gw terlalu penuh kejat-kejut diberbagai aspek.
salah satunya kehadiran gw di Jogja dan kebelum-lulusan gw ini.
untuk hal yang terakhir kejutnya lahir dari rumah sih dimana mereka khawatir anaknya yang tak kunjung mengirim undangan wisuda ini.

saudara dan kerabat yang seumuran atau bahkan lebih muda, udah update linkedin dengan pekerjaan mereka yang baru sebagai pegawai dientah mana itu. beberapa sudah menikah. sedikit dari mereka yang kuliah lagi atau belum lulus laiknya penulis post ini.

sebenernya gw pun khawatir dengan kebelumlulusan gw kok tenang aja wahai sosayeti.
gw terlambat 1,5 tahun atau kira-kira 18 bulan dari kelulusan yang biasa terjadi kepada angkatan 2009. namun gw optimis gw mengganti 18 bulan dalam hidup gw dengan hal-hal yang membangun kemampuan dan mental untuk menjadi manusia yang mumpuni nantinya.
1,5 tahun memanglah terlihat lama namun menurut gw sebanding dengan apa yang gw perbuat dan terima. sehingga dalam kekesalan gw ketika dibanding-bandingkan dengan anak tetangga yang lulus 3,5 tahun gw dalam hati kadang pengen banget duduk di meja yang sama dengan mereka dan kita ngobrol, apa yang udah mereka kuasai, punya cerita menarik apa dan udah bikin apa aja sih. namun gw takut. takut gw yang kalah :)))

oke, ketika 1,5 tahun yang gw "sia-siakan" ini ternyata kalah isinya sama yang lulusnya cepet mungkin paling ngga, gw bisa cerita banyak ke anak-cucu gw nanti tentang 1,5 tahun hidup gw yang sia-sia itu.
atau sekedar cerita ketika ketemu anak-anak sepupu gw.
atau bisa jadi bahan cerita ketika ada yang ajak ngobrol di kereta atau pesawat.

***

beberapa orang mungkin berpendapat bahwa
"ya mending lulus cepet, terus baru deh dapetin pengalaman 1.5 tahun mu itu setelah lulus"

sebenernya ini ga salah.
namun.
sayangnya.
pasca lulus dalam benak gw adalah sebuah strata kehidupan selanjutnya yang memiliki kewajiban baru dan tuntutan yang baru.ini ada di benak gw aja, karena gw belum lulus :p
itu apa yang gw lihat yang ada di sosayeti sih. mungkin aja salah.

untuk saat ini gw masih dalam usaha mengerjakan dan menyusun skripsi yang terus merengek minta diselesaikan dan semoga sebelum bulan ramadhan, hal ini sudah selesai sehingga tiba di kampung halaman dengan status "menunggu jadwal pendadaran"
cuma bisa amen.


Kamis, 19 Februari 2015

Membaca Cara Menulis

Pertanyaan "darimana dapat inspirasi" atau "bagaimana mendapatkan ide" tak henti menghujam pertemuan-pertemuan kreatif seperti bedah buku bersama sang penulis, kelas-kelas komunikasi strategis dan nonton bareng film pendek atau dokumenter.

beberapa saat yang lalu saya membuka blog saya dan berniat menelurkan satu tulisan namun apa daya, hanya draft tanpa arti yang saya dapati. kemudian saya terus mencari bagaimana tangan ini menghasilkan sesuatu yang asik untuk ditulis.

kemudian muncul sebuah pertanyaan, apakah definisi asik itu sendiri. kemudian asik itu bagi siapa. saya khawatir bahwa ketidakmampuan saya menghasilkan tulisan karena berpikir untuk keasikan orang lain yang muncul dari asiknya saya membaca tulisan orang lain. memang sih menulis baiknya juga asik untuk dibaca orang lain seperti kata dosen saya di matakuliah dasar-dasar penulisan kala itu. bahwa menulis untuk diri sendiri tak lebih dari sekedar onani.

beberapa saat yang lalu dua senior saya Awe dan MasJaki menulis di blog mereka masing-masing tentang bagaimana mereka menulis. Keduanya terlalu keren sehingga ketika membacanya ada rasa bahwa seperti itulah caranya menulis. banyak referensi, catatan, riset dan post it berwarna-warni menghiasi.

ditengah kepanikan itu kemudian saya tersadarkan tujuan awal dari saya menulis, bahwa saya menulis untuk hanya menulis. Mungkin sulit didefinisikan, namun saya menulis memang untuk hanya menulis. saya menulis musik, makanan, tempat olahraga, percintaan, keluhan terhadap pendidikan, tulisan untuk tukang parkir dan seterusnya.

ya setiap penulis punya cara sendiri untuk menulis. kedua senior saya menulis ya memang karena mereka ada pembaca yang mereka layani. sedangnkan saya menulis untuk belajar melayani diri sendiri sehingga saya dapat melihat bagaimana saya dapat berpikir secara sistematis dan memiliki struktur dalam menyusun kata-kata di dalam satu tulisan. terkadang saya memang penasaran berapa nilai dari tulisan-tulisan saya jika di ponten oleh beberapa orang yang sudah mahir dalam menulis. namun kadang saya berpikir bahwa nilai tersebut juga memiliki kemampuan untuk memberi tekanan bahwa saya harus menulis seperti "ini" yang lagi-lagi membuat saya lupa apa tujuan awal saya menulis.

jadi kini bagi saya, dapat menulis satu postingan blog saja sudah merupakan prestasi. menulis dari pemikiran sendiri, dengan cara saya sendiri yang walaupun dibaca juga sendiri.

Sabtu, 07 Februari 2015

MSLH

entah kok bisa.
padahal bisa tidak terjadi atau bisa dihindari paling tidak se-khilaf-khilafnya manusia.
terlalu jauh untuk membawa hal ini ke hal keagamaan.
karena ini sangatlah sederhana.
hubungan manusia dan manusia yang sangat sederhana.
Hubungan dengan Tuhan masih bisa nanti.
Karena Tuhan sangatlah pemaaf sedangkan manusia yang lebih rendah derajatnya, masih dekat dengan penggoda-penggoda yang dikenal setan. jangankan dalam perbuatan, terpikir kadang pun tidak untuk sedikit tersenyum kepada lingkungan sekitar.

keadaan ini sedikit memecah fikiran. namun yasudahlah.
jangan difikir banyak-banyak.
egois diciptakan untuk digunakan.
maka gunakanlah tepat pada waktunya.


Minggu, 18 Januari 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Kiyora Teh Susu

harus diakui bahwa Nu Milk Tea berlenggang sendirian dipersaingan teh-susu dalam kemasan. selain rasanya yang harus diakui enak, produk teh-susu dalam kemasan memang hanya Nu Milk Tea yang menyediakan karena kebanyakan pabirkan lain bermain di pasar sachet.

Penamaan Mik Tea sendiri cukup baik, menghindari penamaan Teh Tarik yang kurang premium. dengan desain botol yang bagus pula menjadikan Nu Milk Tea produk yang sempurna luar dalam.

***

Saya baru saja kembali dari minimarket dekat tempat tinggal saya dan menemukan ada botol baru di dalam kulkas mereka... namun awalnya saya melihat botol ini bukan langsung dari kulkasnya, namun dari keranjang belanja orang lain, kemudian karena saya penasaran saya sambangi kulkasnya dan kini saya mencoba menulisnya.





seperti yang tertulis di botolnya, Kiyora adalah bahasa Jepang yang artinya kemurnian/ketenangan. Kiyora teh susu merupakan hasil kolaborasi dua perusahaan produk minuman yang termashyur. ITO TEN dari Jepang dan ULTRAJAYA dari Indonesia. ITO TEN ialah produsen teh hijau terbesar di Indonesia, produk lainnya yang mereka pasarkan  adalah Kiyora Teh Hijau. ULTRAJAYA tentunya semua masyarakat Indonesia mengetahuinya, dengan serangkaian produk Susu kemasan UHT-nya, ULTRAJAYA pun menjadi salah satu yang terbesar sebagai produsen susu di Indonesia.

ITO TEN sebagai pemasok teh dan ULTRAJAYA menyediakan susu, mereka melahirkan produk teh susu dengan atas sub-brand Kiyora.

Belum ada indikasi bahwa produk ini akan mengalahkan dominasi Nu Milk Tea, namun Kiyora tetap memiliki kans untuk menancapkan kuku di benak masyarakat Indonesia, khususnya perempuan. desain botolnya yang feminim membuat produk ini sepertinya ditujukan untuk kaum hawa.

Penamaan dengan Bahasa Indonesia pun cukup menarik, menghindari Bahasa Inggris, penggunaan aksara Jepang seperti sudah cukup mewakili kualitas produk ini.

RASANYA GIMANA DER ?

ada satu perbedaan setelah mengkonsumsi dua produk teh-susu kemasan ini ,antara Kiyora Teh Susu dan Nu Milk Tea. ada efek samping dari Nu Milk Tea yang mungkin semua konsumen merasakan, ialah bau mulut. mungkin hal ini ditimbulkan dari susu yang ada dikandungan Nu Milk Tea.

Kiyora tidak menimbulkan bau mulut, rasa susu dan tehnya amat seimbang sehingga tidak ada rasa teh saja dan susu saja, yang ada teh dan susu. itu salah satu mengapa produk ini cukup feminim. karakter produknya sama dengan Nescafe smooth yang menyajikan kopi yang lembut. Kiyora Teh Susu memiliki hal yang sama, rasanya lebih lembut ketimbang Nu Milk Tea.

Dengan harga 6900 rupiah, Kiyora Teh Susu cukup menarik untuk menjadi konsumsi harian. minum selagi dingin jangan lupa di kocok dulu layaknya Ultra Milk.

Kamis, 04 Desember 2014

Tanya Derry Sebelum Membeli : Volendam Cheese Stick

Kerabat yang sekolah di Bandung bertanya alamat, konon ingin mengirimkan merchandise acara seni-seni-an ternama di kampusnya Bung Karno. Namun ketika paket dibuka, ada hal lain yang turut serta mengikuti. Kebahagiaan bertingkat itu namanya, karena yang berlipat hanyalah perut saya.
Di dalamnya ada kaos abu-abu yang posisinya sebagai merchandise dan beberapa makanan 'khas' Bandung dan satu bungkus makanan yang tampaknya bukan orang sini. Impor.


Dengan teks berbahasa entah, Belanda ? ya Eropa situ deh pokoknya, serta bergambarkan logo ibu-ibu yang khas sekilas saya mengira kawan saya itu baru pulang dari negara mana dan bawa cemilan dari sana,
namun ini menjawab semua...

Pemilihan font dan bahasanya cukup baik sehingga sekilas saya mengira ini bukan produk lokal. Cemilan ini sebelumnya saya tak pernah bertemu entah karena saya ada di Jogja atau saya kurang gaul.



Kemasannya serupa dengan snack-snack di deretan snack impor di supermarket sehingga kesan pertawa orang awam seperti saya akan mengira snack ini adalah dari luar negeri. agak takjub sebenarnya dan bertanya-tanya, "kok bisa-bisanya gw baru tahu" disegel dengan segel merah yang juga bertuliskan bahasa asing semakin meyakinkan orang awam melihat produk ini sebagai produk eropah.



Keunggulan yang mereka tonjolkan adalah pembuatan cheese stick ini menggunakan tiga macam keju yang membuat rasanya lebih enak. berat bersihnya cuma 150g yang membuat ini layaknya beli banyak kalau mau jadi cemilan nonton atau nugas.

Rasanya Gimana Der ?

rasanya enak. cheese stick-nya kering dan enak (diulang). komposisinya kalau menurut mereka 3 macam keju namun kurang satu bagi saya, yaitu air mata. haha, itu istilah saya dan teman-teman memaknai makanan yang enak banget, bikinnya harus pake air mata biar nikmat. harus beli kalau suka cheese stick, kalo ga suka makan ini mungkin jadi suka. Janganlah dibandingin sama yang di minimarket kapitalis sekitar rumah anda. Beli yang ini aja walaupun harus bayar ongkir. Liat di Kaskus harganya sih 25.000 satu kantung, entah setelah kenaikan BBM dan Inflasinya serta Ongkir. 

Mungkin 25.000 ini mahal di packagingnya, maka dari itu produk ini pas untuk kado ulang tahun atau wisuda, atau abis jadian/balikan.

kalau untuk makan sendiri baiknya packagingnya jangan dibuang. sayang-sayang.



Senin, 17 November 2014

Pandji Prasangka

Tulisan ini sekedar mengingat perasaan dan prasangka saya terhadap seseorang yang keren bernama Pandji Pragiwaksono. Ok, kini gw dah bisa menulis namanya tanpa copas dari suatu sumber, namun kebisaan gw ini berawal dari suatu keraguan dari keberadaannya di dunia hiburan Indonesia.

selayak anak kelahiran 90an lainnya mungkin mengenal Pandji adalah suatu fase yang pasti dalam menikmati televisi sebelum internet kencang hadir di Indonesia. Tentunya fase itu ada karena program televisi populer "Kena Deh  yang tayang di televisi swasta yang bahkan ditayangkan ulang di televisi swasta lainnya.

Namun gw melihat Pandji pertama kali disebuah acara televisi basket yang disponsori rokok waktu itu. dimalam hari ketika gw lagi seneng-senengnya main basket gw simaklah acara itu. namun peran Pandji sebagai MC cukup mengganggu dan gw agak males nontonnya. kemudian barulah gw bertemu Pandji yang lain di "Kena Deh"yang menurut gw lumayan.

Setelah itu Pandji kerap menjadi host untuk beberapa acara televisi. oia, btw gw bukan pendengar Hard Rock FM jadi gw ga tau kalo Pandji dulu penyiar radio.

Kemudian saat gw masuk kuliah, Pandji mulai open-mic. Setelah Standup Comedy dipopulerkan Alm Taufik Savalas yang rajin hadir di Transtv waktu itu kemudian berhadiran Comic-comic asal Jakarta yang direkam oleh seseorang dan di unggah di Youtube. Ada Sam, Soleh Solihun, Raditya Dika dan lain-lain dengan karakteristik masing-masing, salah satunya Pandji Pragiwaksono.

Betapa pesimisnya gw dengan penampilan doi saat itu dan gw menganggap Pandji cuma ikut-ikutan doang karena ya memang lagi naik saat itu yang namanya Standup Comedy. Apalagi didukung dengan hasratnya yang menjadi musisi yang menurut gw ga ngangkat-ngangkat banget. Dari kebiasaan Pandji yang memilih memiliki banyak kemampuan gw menilai ya Pandji ga lebih dari seseorang yang dengan kepercayaan diri yang tinggi dan  keinginannya untuk terkenal.

Tapi medio tahun 2010 itu memang masa di mana gw mulai terbuka pikirannya dengan perihal yang bersentuhan dengan karya. Umur akhir belasan mungkin ada pengaruhnya. Di tahun itu gw semacam menyentuh titik cerah mengenai karya. apapun itu karyanya. Gw mulai memandang karya ga cuma sebatas yang gw lihat atau dengar namun juga gw berusaha menerawang proses yang ada dari lahirnya sebuah karya. Dari situ gw bisa menghargai karya seseorang apapun itu.

Dari sebuah masa keterbukaan itu gw mulai terbuka dengan dunia. Mendengarkan semua jenis musik. Datang ke pameran ke segala jenis output karya, entah foto, lukisan, atau patung. Hal ini ditunjang dengan aktivitas masyarakat Jogja yang ga pernah jauh dari hal-hal tersebut.

Hal ini pun yang merubah pandangan gw terhadap Pandji Pragiwaksono. Gw berusaha menilai doi secara positif, bahwa semua yang ia tampilkan dipanggung maupun berupa bit, lirik, lagu, tulisan adalah karya yang gw harus hargai karena gw punya keinginan untuk paham dengan yang namanya proses.

Beberapa tahun kemudian gw memandang video Pandji, di Youtube diiringi lagu yang sudah di setting,  menitikan air mata terisak atas harunya pasca tampil di Taman Ismail Marzuki. Sebuah pencapaian yang  hebat menurut gw. Mungkin beberapa orang akan memandang bahwa Pandji ya emang keren, namun menurut gw ini adalah sebuah progres dari proses yang panjang. Ga gampang bikin orang dateng ke suatu acara dengan tiket ratusan ribu untuk nonton Standup Comedy di Indonesia. Namun Pandji dan teman-teman mampu melakukannya ditengah hiburan masyarakat yang kini keramaiannya terlihat hanya untuk jatah musisi saja.

Pandji Pragiwaksono mungkin sedikit dari banyak orang yang mampu menjadikan obsesi dan hobinya sebagai penghidupan dirinya dan keluarganya. Ia mampu me-maintain segala yang ia dapat, ia kenal, ia tahu untuk menjadi sebuah karya-karya yang ternyata dicintai dan dibeli. Ga ada alasan dan keluhan lagi untuk banyak orang yang merasa kesulitan hidup dalam menjalani hidup, semua memang memerlukan proses panjang dan strategi yang matang demi mencapai mimpi yang gemilang.

-tulisan ini dibuat setelah Pandji mengunggah foto bersama di depan Bigbang yang ia tweet dan ditujukan untuk para haters Pandji. Gw merasa sedikit terpanggil karena sempat menjadi salah satu darinya.

Jumat, 31 Oktober 2014

kembali

Menyadari bahwa tempat ini lama tak dihuni maka mari mengisinya kembali dengan segalanya yang mungkin bermanfaat setidaknya untuk diri sendiri lalu kemudian kepada orang lain.