Monday, August 31, 2015

Koper Berdebu

Untuk menjawab pertanyaan "kenapa ?" yang mungkin akan berdatangan seminggu kedepan.

Hari Minggu 30 Agustus 2015 Ketua Perbasasi DIY mengantarkan pesan dari KONI DIY bahwa Tim Softball Putra Yogyakarta tidak mendapat restu untuk berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kualifikasi PON Jabar XIX. Dalam sebuah forum di dug out  bagian timur Lapangan Softball-Baseball hal tersebut diputuskan dan disertai salam-salaman antara pemain, pelatih dan pengurus.

hal ini harus dilakukan karena ada masalah administrasi menilik kasus yang terjadi pada tim putri yang mana ada satu pemain yang tidak diberikan izin bermain oleh panitia pelaksana.

Tim putra memiliki kans untuk mengalami hal buruk yang sama dengan jumlah orang yang lebih banyak jika berangkat ke Jakarta nanti. dan menyebabkan Jogja tidak dapat bermain dengan maksimal.

dan Pra Pon Softball di Jakarta nanti, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak ikut serta mengotori celananya dengan merahnya tanah Lapangan Softball di Senayan.

***

Hingga post ini dipublikasikan mungkin saya masih akan berusaha mencari hal baik dalam keputusan ini. dan jika ada pemain lain yang juga tersakiti semoga tulisan ini dapat mewakili.

mungkin akan terkesan egois karena ini adalah curhatan :p

***

Pemusatan Latihan Softball dimulai dari awal tahun 2015. Pesertanya jarang menyentuh 20 orang dari kira-kira 30 orang yang dipanggil. kira-kira 20 orang yang dipanggil adalah pemain yang rata-rata baru 6 bulan bermain Softball. 10 orang sisanya sudah memiliki pengalaman yang cukup.

uniknya dari 30 pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan tersisa 15 orang yang 6 orang di dalamnya tidak dipanggil untuk seleksi tim Pra Pon Softball.

Pra PON merupakan kualifikasi event olahraga terbesar se-Indonesia, namun suasana latihan, program dan fasilitasnya tidak sebaik persiapan yang pernah saya alami untuk kompetisi antar universitas.

***

Selama hampir 8 bulan berlatih, tiga kali seminggu, semua berhenti tanpa ada kompromi. Usaha kami selama 8 bulan lamanya tidak berbuah apa-apa, bahkan keberangkatan sekalipun. Dalam satu malam semua dengan mudah diputuskan dan esoknya diumumkan kepada tim putra yang sedang dalam tingkat semangat yang tinggi, karena dua minggu lagi akan berangkat ke Jakarta seperti yang dijanjikan 8 bulan yang lalu.


Keputusan ketidak-berangkatan tim softball putra DIY diambil seakan tim ini tidak pernah ada dari awal. Tidak melihat apa yang dikorbankan oleh pelatih dan pemain selama 8 bulan ke belakang.


dan koper-koper yang sudah berharap untuk bersihkan debunya untuk berangkat ke Jakarta, harus menunda perjalanan mereka untuk suatu kejuaraan yang mungkin penting di rentang waktu hidup mereka

***
PON adalah event olahraga terbesar di Indonesia, dan diadakan empat tahun sekali. awalnya saya berharap dapat menutup kesenangan saya bermain softball di Jogja dengan mengikuti Pra PON bersama tim Jogja.

Tidak ada kepedulian untuk dapat lolos ke PON, karena bermain di event Pra PON saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

Dalam cabang lain masalah gaji pemain sudah menjadi budaya, saya dan mungkin hampir seluruh pemain mengikuti tim Jogja kali ini tidak mengharapkan uang sepeser pun. tim ini tidak pernah mengeluh dengan tidak adanya gaji untuk pemain bahkan uang saku, ketika cabang olahraga lain saling membandingkan gaji mereka.saya pribadi hanya ingin merasakan bermain membela suatu daerah dan menikmati segala prosesnya.

Namun ternyata Jogja itu sendiri yang menutup kesempatan saya untuk melakukan ini.

Tentunya saya tidak ingin menunggu empat tahun lagi untuk mengikuti event ini. Saya akan mengubur mimpi saya dengan kenang-kenangan yang diberikan oleh Jogja terhadap saya mengenai hal ini. 

Hal yang merupakan kesalahan dari manajemen tim jogja tetapi mengorbankan mimpi 17 orang yang sudah 8 bulan mengabdikan tenaga dan pikirannya demi nama yang mereka sanding di dada.

dan saya pribadi memaafkan mengenai apa yang menimpa kami, tim softball putra Jogja, tetapi tidak akan pernah terlupakan bagaimana hal ini terjadi.

***

entah mengapa dalam tulisan versi tadi malam saya sulit untuk merangkai katanya agar menjadi lebih baik. dan pagi ini saya mengubah beberapa bagian agar dapat dibaca dengan lebih baik.

untuk segala emosi yang ditumpahkan saya mohon maaf jika ada yang tersindir atau terluka hatinya.

***

semangat tim putri ^^

Tuesday, July 7, 2015

Cerita Jamrud

Lagu-lagu Jamrud menemani saya dan teman-teman di jemputan sekolah saat pulang. 
Bukan dari kaset atau CD.
Kita nyanyi-nyayi sehafalnya dari lagu ke lagu.
Lagu yang sering jadi plesetan adalah "Terima Kasih" . Kerap dikatakan ketika ingin ngomong "terima kasih" kepada seseorang... kemudian spontan.. keluar nada lagu "Terima Kasih"-nya Jamrud.

"terema kaseeeeh kooo...."

Saya sendiri belum gemar dengar radio dan beli kaset.
Saya ketemu Jamrud saat nongrong di MTV. Selain MTV, Jamrud juga kerap dinyanyikan di Pos Ronda dekat rumah ketika malam hari, selain lagu SO7, Bip, dan beberapa lagu barat.

Harus diakui Jamrud salah satu band yang kuat karena narasi di lirik-liriknya.
(nulis gini pengaruh awe)
Lagu-lagu Jamrud selalu menceritakan sesuatu.
liriknya ditulis seadanya, selewatnya dikepala.
bisa dibilang terlalu jujur.
walau lirik atau tema lagunya terkesan jenaka atau porno
namun tetap serius, bukan parodi.
musik yang digarap pun juga maksimal.

narasi dalam lagu Jamrud menggambarkan keseharian yang remeh.
sering terjadi seperti hamil diluar nikah, cerita bertemu mertua, ditinggal istri hingga kado ulang tahun. penyusunan cerita di lirik lagu Jamrud sangat runtut sehingga pendengar akan mudah hafal urutan lagunya dan mengerti apa cerita dibalik lagu tersebut.

cerita yang menarik tentunya ada di lagu "Surti & Tejo" yang bicara tentang Tejo yang kembali dari kota dan membawa "budaya kota" ke kampungnya.
dan ending lagu yang sangat terkenal, yakni pada bagian

"...Surti.. fuck you.."

ada cerita lain yang juga menarik, seperti pada lagu "Ningrat" tentang keluarga pasangan yang kolot dan uniknya masih relevan hingga kini yang mana pertanyaan rasial dari asal orang tua, marga, agama hingga ke pekerjaan orang tua masih menghiasi ketika pertama kali main ke rumah pasangan.

juga cerita "telat tiga bulan" yang mungkin terdengar patriarki karena liriknya menyalahkan perempuan yang mau "berguling-guling di atas pasir" karena "...kau mau saat ku rayu..". namun kalau ditelisik lagu ini lebih kepada penyesalan sang laki-laki karena melakukan hal tersebut.

beberapa lagu favorit saya juga memiliki pembendarahan cerita yang menarik, seperti

"Dokter Suster" yang bagian terbaiknya ada pada 
"pake infus.. hampir mampus.." (ini bagian yang paling dihafal orang)
atau bagian yang colongan
"Anjing...edan.. apa salahku."
"seluruh badan memang sakit, tapi hati yang paling sakit"... aih

kemudian pada lagu "Pelangi di Matamu" yang menurut saya bagian yang paling puitisnya ada pada 

"mungkin butuh kursus.. merangkai kata... untuk bicara..." sedap.


Posisi Jamrud di setiap karyanya konsisten bicara sebagai kaum menengah, sedikit payah.. mungkin bisa dibilang mewakili kaum proletar.
Jamrud seperti bicara bahwa kaum ini bukan hanya punya cerita mengenai sembako mahal atau harga BBM yang selangit. kaum proletar juga punya cerita cinta yang asik untuk dikulik. 
Entah cerita cinta yang gagal, cinta yang digantung, cinta yang seadanya hingga cinta jarak jauh.

Saya mengenal Jamrud hanya apa yang populer dari mereka.
saya tidak mendalami mengenai pergantian personel mereka atau bagaimana akhirnya, Krisyanto balik lagi ke Jamrud.

Jamrud mungkin dinilai terkenal karenatema yang nyeleneh.
disamping itu Jamrud mampu dikenal karena narasi mereka yang menyentuh banyak kalangan (sehingga mudah dihafal). Jamrud juga membuktikan bahwa tidak butuh lirik puitis untuk menjadi dipuja-puji. menjadi jujur pun bisa makmur.





Monday, July 6, 2015

Lika-liku Martabak

Perkenalan saya dengan Martabak terjadi kira-kira 15 tahun yang lalu. Orang tua saya paling tidak seminggu sekali pulang di malam hari membawa plastik hitam berisi kotak putih dengan empat lubang di atasnya dan direkatkan dengan karet gelang merah.

terkadang ada dua kotak, yang dengan mudah ditebak.
mana Martabak manis dan mana Martabak telur.
Martabak manis yang dibawa orang tua saya selalu rasanya cokelat dan ada kacang serta wijen ikut serta di peraduan antara dua sisi martabak.
jika beruntung ada lima hingga sepuluh buah cakwe, bakpau goreng dan kukus menyertai.

keduanya punya peran tersendiri ketika hadir di meja makan.
Martabak cokelat hadir sebagai cemilan.
Martabak telur kerap dijadikan lauk, bersama acar dan saus tauco-nya.
dan jika keduanya tidak habis dimakan pada malam itu, akan dijadikan sarapan oleh ibuk saya.

pengalaman berikutnya bersama Martabak adalah ketika orang tua saya membawa saya ke paling indah di negeri ini, Pasar Ciputat.

Saya bertemu langsung dengan sang penjual.

Gerobaknya bertuliskan "Martabak Bangka Spesial"
dikepalai oleh pasangan tionghoa dan diburuhi oleh orang pribumi.
sangat menarik melihat mereka membuat makanan-makanan yang sering saya santap.

Dimulai dengan memukul loyang martabak dengan kain.
mengaduk gayung berisi adonan.
kemudian adonan dituang dan diratakan dengan ciduk plastik.
sebelum matang, adonan diberi gula pasir yang cukup banyak.
dan ditutup.

Dimeja sebrang, di atas bidang plastik yang luas, salah satu perupa martabak telur sedang memainkan adonan Martabak. dari gumpalan hingga meluas seluas bidang yang tersedia.
kemudian, di wadah logam, sang perupa mencampur dua telur bebek dan segala bumbu yang diperlukan..
dan dituang di atas adonan yang sudah merebah di atas loyang panas.

Semua orang pasti sepakat, bahwa kaleng mentega bergambar Unta adalah penentu kenikmatan saat menggigi Martabak. Kaleng tersebut seperti dijampi-jampi.
Setiap gigitan rasanya seperti gigitan pertama.

Persembahan dari penjual Martabak ini sulit dilupakan. karena paling tidak, hingga saya lulus SD sering berpapasan dengan sang penjual yang senyumnya luas ini.
tidak jarang adik saya mendapatkan bakpau atau cakwe gratis dari sang bapak ketika sedang di pasar.

Beranjak dewasa, Martabak Bangka Spesial dari Pasar Ciputat semakin jarang mampir di meja makan. Kini Ibu saya memilih untuk membeli Martabak di dekat komplek atau di daerah Pamulang yang antre-nya cukup panjang karena terkenal enaknya (setelah saya coba terlalu basah, membuat eneg)

Memasuki tahun 2010 mulai lahir inovasi-inovasi pangan yang cukup radikal.
salah satunya yang terkena imbasnya adalah Martabak.
Martabak mulai diisi dengan isian yang "premium"
selai dan taburan cokelat kelas atas menghiasi garis tengah di antara kedua Martabak.

Isi Martabak menjadi lebih penting ketimbang Martabak itu sendiri.
tanpa disadari kualitas Martabak menjadi menurun.
Martabak enak yang dahulu ditentukan dengan proses pengkaryaannya... dari bahan mentah, menjadi adonan, dan bagaimana sikapnya ketika sedang dimasak hingga proses potong yang sakral kini proses itu dimudahkan asalkan isinya yang enak (belum tentu enak).

Harga Martabak memang terus naik, paling mahal kini ditaksir seharga 40ribu rupiah.
Martabak Premium hadir dengan mimpi-mimpi yang dibawah melalui isian kelas atas dan menyebabkan harga Martabak enak seakan harus tinggi pencapai 150ribu rupiah.

Penjual Martabak adalah perupa. Memiliki jam terbang yang tinggi dan passion yang kuat dalam memasak Martabak sehingga hasilnya akan pas dan konsisten. Kini siapapun dapat menjadi penjual Martabak asalkan memiliki alat masak sendiri, resep dari google dan youtube dan modal yang besar untuk menyediakan isian kelas tinggi.

Kini konsumen hanya bisa tinggal memilih.
Memilih gengsi atau keindahan.

Thursday, July 2, 2015

Lampiasan Pulang

Lama tak pulang membuat gw ingin melampiaskan beberapa hal yang mungkin nanti bisa ditemui ketika udah ada di bumi Tangsel yang indah.


***

1. Masakan Manado Mamak

urutan pertama yang harus dan selalu harus ditemui ketika pulang nanti. Secara mamak gw baru aja pulang dari Manado mungkin beliaw bawa ikan-ikan atau oleh-oleh menarik dari sana. yang belum tau Manado, ehm. banyak yang ga tau Manado itu ada di Sulawesi. Sulawesi adalah  pulau yang berada di sebelah timur Kalimantan. Bentuknya unik seperti orang sedang lay-up. Manado ada di Sulawesi Utara yang artinya ada disekitar ujung utara Pulau Sulawesi. Begitu.
Dari Jogja gw sudah berharap semoga hidangan di atas meja nanti berupa ikan-ikanan yang syur dan mimpi gw adalah bisa berbuka dengan pisang goreng + dabu-dabu. (lap iler, lap ingus, lap keringet).
Pisang goreng + sambel adalah cemilan sehat berenergi dari Manado. Mungkin bukan cuma manado, tapi di Kalimantan - Sulawesi - Ambon beberapa daerah yang memiliki kebiasaan menyantap pisang goreng dengan sambal. Pisangnya sendiri jangan bayangkan pisang yang cemen kayak di Jawa. Pisang sana besar, tebal dan bikin kenyang.

2. Jogging Keliling Komplek

Karena sudah makan, harus diimbangi dengan terbakarnya paling ngga sedikit lemak dari yang sudah di asup. Jogging keliling komplek udah kayak ritual sendiri sih kalo pulang ke Tangsel. selain mencari keringat juga mencari tahu ada apa aja perubahan dengan cara keliing komplek. kalau beruntung ketemu bapak-bapak yang akan nanya (udah selesai kan ya ?)

3. Makan Bakmi GM

Jogja yang berhati nyaman ini tidak punya Bakmi GM disegala sudut kotanya. hati ini rasanya tidak nyaman kalau pulang namun tidak icip nasi goreng atau mie goreng atau pangsitnya yang tipis namun asik itu.

4. Makan Bakmi Japos

legenda mie di seluruh alam semesta. Kurang diketahui mengapa namanya Japos namun yang gw ketahui adalah rasanya entah mengapa merasuk ke relung hati. 

5. Naik Motor

secara random, sangat berbeda naik motor di Jogja dan di Tangerang Selatan. Ada suasana yang berbeda saat di jalan, kemudian parkir dan menyalakan motor kembali. Lalu lintas yang agak lenggang sedikit macet. ini di Tangsel lho, makanya sedikit tidak macet diwaktu tertentu. modus lainnya sih sebenarnya penasaran sama jalanan Tangsel apa aja yang berubah. dll..

6. Makan di Warteg

Naik motor tadi cuma selingan biar ga keliatan makan terus pas pulang nanti. Warteg adalah salah satu pesona wisata Tangsel yang kurang digemari. Masakan Warteg entah mengapa sangatlah menarik. Lauk yang Bhinneka dicampur menjadi satu dilengkapi teh anget tawar betapa nikmatnya. Hal ini harus gw lakukan ketika pulang nanti.

7. Beli Tiket Ke Jogja

Demi mengejar gelar sarjana rasanya jangan lama-lama di Tangerang Selatan.

Berikut rangkaian yang harus gw lakukan, meskipun ada beberapa hal penting yang tidak harus ditulis misalnya ke Slipi (eh malah gw tulis).

Sunday, June 21, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Poporon V Walens Choco Soes

Baru kali ini saya mengadakan perbandingan dua produk yang serupa. kini ada dua cemilan fenomenal yang merupakan satu dari seratus cemilan lebaran yang cepat habis yaitu sus kering isi cokelat. snek ini hadir dalam bentuk kiloan atau curah di beberapa pasar, namun ada brand yang melirik keberhasilan dari penciptaan snek ini dan mengemasnya dengan apik serta didistribusikan dengan masif ke banyak pasar swalayan.

kita mulai sang penantang Meiji Poporon.
Meiji Poporon diproduksi oleh PT Ceres Meiji Indotama di Karawang dalam lisensi Meiji Jepang. Meiji merupakan perusahaan yang besar di Jepang karena membawahi banyak anak pabrik dari hulu ke hilir. Dengan packaging yang ceria penuh warna, Meiji Poporon menentukan targetnya berupa manusia muda berwarna senang berkumpul dan bermain. walau sekilas seperti anak-anak namun bungkus Meiji Poporon yang ciamik ini cukup luas targetnya dari anak-anak hingga orang dewasa.


Penentuan jenis produk berupa sus isi cokelat sendiri sudah menjadi hal yang unik. sebelumnya hello panda sudah mendahului siapapun dalam model makanan ringan seperti kue sus ini.  Hasilnya pun lumayan dan hingga kini hello panda masih bertahan dan berhadiah mainan.

Meiji Poporon dengan produk yang menarik dan packaging yang asik cukup menjadi saingan yang berat bagi Walens Choco Soes di seberang sana.

Walens Choco Soes diproduksi oleh Nissin, perusahaan makanan yang juga dari Jepang yang sudah lebih dulu menginvasi warung-warung di Indonesia dengan wafer bergambar geng sepeda. Walens Choco Soes diproduksi di Semarang oleh Nissin Biscuit Indonesia. Belum diketahui oleh penulis, apakah ada hubungan antara Nissin Biscuit Indonesia dan Nissin Foods Holding.

Walens Choco Shoes memiliki packaging yang lebih umum dan konservatif selayaknya brand lawas Indonesia lainnya yang mempertahankan satu trademark yang mungkin tidak akan diubah.

selain tampil dengan kemasan di atas, Walens Choco Soes juga mengeluarkan versi mininya, tanpa wadah plastiknya. untuk di supermarket Walens juga tersedia di dalam kotak kaleng besar.

dari ceritaperut.blogspot.com


Walens dan Poporon berada di jejeran etalase yang sama. Mereka jelas saling bersaing karena kesamaan produk dan harga yang juga bersaing. Besar produk pun hampir sama. Hanya saja Poporon terlihat lebih besar ketimbang Walens.

Persaingan keduanya cukup ketat, Poporon hadir dengan kemasan yang penuh warna keceriaan dan dinamis untuk menarik pembeli ditambah lagi aksen Jepang yang membuat makanan ringan ini semakin cute. sedangkan Walens datang dengan latar belakang dan sejarah Nissin yang sudah menusantara. Walens datang dengan sifat bahwa yang lama bertahan berarti sudah teruji kualitas dan rasanya.

Masalah harga mereka sangat bersaing dan terus berubah-ubah. dulu Walens ketika tanpa saingan sempat menyentuh harga 7900 rupiah, kini dengan adanya Poporon, Walens terus mencari posisi dengan harga Poporon. Poporon sempat sentuh harga 8000an dan Walens selalu dibawahnya sedikit.

Dengan harga yang mahal sebenarnya itu menjadi posisi tawar tersendiri bagi Poporon untuk menjadi makanan ringan soes yang "lebih". Walens sendiri memiliki strategi sendiri yakni dengan membuat varian rasa Blueberry yang mana Poporon tidak miliki.

Rasanya Gimana Der ?

secara rasa Walens dan Poporon memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang mana itu kembali kepada pembeli, soes model manakah yang disukai.

dimulai dari Poporon. Poporon memiliki soes yang bersih licin, warna soesnya keemasan memanggil untuk disantap ketika membuka bungkusnya. Coklat soesnya rapi ada di dalam soesnya sehingga tidak mengotori tangan ketika memakannya.

Berbeda dengan Walens, Walens memiliki isi yang cukup tebal ketimbang Poporon. Isi dari Walens terkadang mengotori soes yang lain karena keluar dari lubangnya sehingga terkadang cokelatnya mengotori tangan. Walens memiliki warna lebih gelap ketimbang Poporon dan Walens lebih basah / berminyak ketimbang Poporon.

Soal rasa keduanya enak (ya iya lah) namun preferensi ada dalam mood, ingin yang isinya tebal tinggal ambil Walens ingin yang kriuk dengan cokelat yang tidak terlalu banyak silahkan ambil Poporon.

Sunday, June 7, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Milko Susu Sereal Rasa Cokelat

Di sebuah minimarket saya dipertemukan kembali oleh sebuah hal yang cukup menarik. Kali ini saya akan menulis tentang sebuah minuman yang saya temukan di pojok kiri bawah lemari es. Tempatnya terpencil dan sepertinya saya orang pertama yang membelinya.

PT Milko Beverages Industry, berpabrik di Bogor memproduksi berbagai jenis olahan susu, khususnya untuk anak-anak. Beberapa produknya ialah Milky Moo Susu Steril, Milky Fruity, Milky Day, Milky Moo Snack Susu Manis dan yang terakhir dan Saya akan presentasikan ialah, Milko Susu Sereal.

Milko Susu Sereal memiliki botol yang besarnya mirip dengan air mineral gelas, minuman ini didesain untuk dapat menunda lapar setelah dikonsumsi sehingga walau ukurannya kecil diharapkan dapat menunda lapar konsumen.

Milko Susu Sereal memiliki dua rasa, yakni rasa kacang hijau dan rasa cokelat, dua rasa yang sering dipakai untuk perisa minuman atau makanan yang siap seduh untuk sarapan atau penambah tenaga. Desain botol Milko cukup dewasa jika dibandingkan dengan produknya yang lain yang memang ditujukan untuk anak-anak. Namun di produk ini Milko seperti memang ditujukan untuk mereka yang sudah memiliki aktivitas lebih yang membuat waktu makan sangat sempit sehingga dengan satu botol Milko cukup untuk menahan lapar hingga datang waktunya untuk santap siang, pagi atau malam.

Minuman mengenyangkan  dulu diawali oleh Okky Jelly Drink yang segmentasinya agak gamang karena tidak jelas untuk siapa, anak-anak atau orang dewasa-bekerja-menengah kebawah. Jauh sebelum itu, Energen sudah mewarnai waktu sarapan masyarakat Indonesia dengan berbagai rasa yang menurut saya cukup enak walau kurang praktis karena harus diseduh. Cimory dengan Susu kedelai yang cukup mengenyangkan mampu menembus benak masyarakat. Selain karena rasanya enak, namun memang minuman ini sangat padat sehingga mengenyangkan. 

Milko hadir dengan harga yang lebih murah, cukup 5.300 rupiah, kira-kira 2.700 lebih murah dari Cimory mencoba membuat khasiat yang sama yaitu menyehatkan dan mengenyangkan. Namun segmentasinya agak berbeda. Cimory Susu Kedelai memiliki kemasan yang lebih feminim karena khalayak primer yang dituju ialah perempuan, Milko Susu Sereal memiliki kemasan yang lebih umum, tidak menuju pada pasar yang spesifik, hanya dengan keunggulannya Milko bersaing.

Disamping itu di situs resminya juga terdapat beberapa kandungan yang dimiliki Milko Susu Sereal, seperti Protein, Kolin, Asam Folat, Magnesium, Seng dan seterusnya.

Rasanya Gimana Der ?

Saya sebenarnya sudah mencoba kedua rasa, dan rasa yang saya rekomendasikan adalah rasa Cokelat. Minuman ini enak diminum dingin, rasa cokelat dan manisnya tidak tertinggal ditenggorokan dan nyaman ketika mendarat di dalam perut. Satu-satunya efek samping ketika mengkonsumsi Milko adalah kenyang. Materi yang padat di dalam minuman ini membuat saya kekenyangan karena pertama kali meminum Milko adalah setelah saya santap siang.

Kenyangnya cukup awet paling tidak satu jam dari waktu makan. Walaupun mengandung susu namun tidak membuat mules.

Sereal yang terkandung di dalam Milko tidak terlalu terasa karena serealnya seperti terlarut dalam air sehingga yang dirasakan nantinya cukup kenyangnya saja. Jadi ada hal baru untuk menambal perut dengan praktis selain biskuit dan snack bar.

Saturday, May 2, 2015

Ibu Tuti

Ibu Tuti adalah guru SMP saya. Dia mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. Hari pertama dia mengajar, ada satu pertanyaan yang dia sampaikan yang mana jawabannya akan dipegang erat-erat oleh mereka yang diajarnya.

"Kalian di kelas ini , ingin diajar atau dididik ?"

Pertanyaan ini hanya sekali saya dengarkan dalam seumur hidup ini. Tidak ada orang lain atau bahkan guru lain sejak SD hingga SMA yang mengeluarkan pertanyaan tersebut dari mulut mereka. Pertanyaaan ini sebenarnya jebakan, karena pada akhirnya ini menuju kepada satu jawaban.

"kalau sekedar ingin diajar, saya akan bodoamat dengan kalian, yang penting saya mengajar. kalau ingin dididik maka kalian akan saya didik sebagaimana saya mendidik seorang anak"

*kira-kira begitu karena sudah bertahun yang lalu*

Ibu Tuti ini sangat keras, keras di rumah dan di sekolah. Karena semua murid adalah anaknya. kesempurnaan dalam mengerjakan sesuatu sangat dituntut. Dalam pelajarannya diselipkan cerita bagaimana kerasnya hidup Ibu Tuti dan bagaimana ia menelan nilai-nilai yang ia pahami selama hidupnya.

Kemudian menjelang kami kelas 3 SMP, Ibu Tuti mulai memakai jilbab dikepalanya. Galaknya mulai sedikit berkurang dan mulai sedikit humoris. namun anak-anak di kelas mulai paham ukuran yang dibutuhkan untuk mencapai kesempurnaan yang diminta Ibu Tuti. Perubahan ini terjadi konon karena Ibu Tuti sudah mencapai titik lelah untuk keras kepada anak didiknya. Ia ingin hidup penuh kebahagiaan dengan anak-anak didiknya yang terisisa 23 anak ini karena yayasan yang menaungi SMP saya tidak lagi membuka kelas baru sejak kami naik kelas 2, sehingga angkatan 2006 adalah angkatan terakhir.

Ibu Tuti adalah satu dari banyak guru yang saya kagumi selama saya bersekolah. Bukan merendahkan guru lainnya, namun caranya mendidik anak-anak seperti bagaimana ia mendidik anak-anaknya sendiri. tanpa ampun kata-kata kasar kadang keluar dari mulutnya, namun jangan lupa, kita sejak pertama bertemu sudah bersumpah untuk ingin dididik seperti anaknya sendiri.

Wednesday, March 11, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Oreo Coconut Delight

Karena di Indo**maret ada promo beli dua oreo geratis satu maka berujung pada post saya yang kini mengenai makanan-diputer-dijilat-dicelupin ini.

Makanan ringan rasa kelapa di Indonesia adalah salah satu anugrah dalam cipta rasa perusahaan makanan dalam negeri. Entah mengapa rasanya betapa enak dan selalu di asosiasikan dengan teh hangat manis buatan ibuk.

Memang biskuit kelapa bukanlah sebuah kudapan yang disantap secara reguler. layaknya wafer biskuit kaleng Khong Guan kesempatan untuk menyantapnya seperti ada waktu tersendiri.

keunikan dari biskuit aroma kelapa adalah wangi kelapanya yang entah mengapa tidak menusuk dan membuat nyaman bagi mereka yang mengkonsumsi.

Makanan kudapan kemasan dalam negeri yang bertemakan kelapa di dominasi oleh Roma Biskuit Kelapa produksi Mayora. Hal ini tentu disebabkan frekuensi iklan Roma sangat tinggi di media nasional sehingga menutup dominasi kudapan aroma kelapa di Indonesia dari brand lain seperti Nissin atau AIM Biscuits.

***
Oreo merupakan salah satu cemilan yang disukai oleh orang Indonesia. Oreo muncul ke permukaan dengan iklan yang menceritakan rahasia seorang Ayah tentang "Cara Makan Oreo" Twist-Lick_Dunk atau dalam Bahasa Indonesia di kenal dengan "Diputer Dijilat Dicelupin".

Oreo masuk di Indonesia ketika masih di bawah brand Nabisco ( kalau ingat dulu di tengah keping oreo melintang tulisan Nabisco) kemudian Nabisco diakuisisi oleh Kraft sehingga seluruh produk Nabisco termasuk Oreo ada di bawah kendali Kraft. Tahun 2012 Kraft membuat sub-brand bernama Mondelez yang membawahi divisi cemilan di Kraft, sehingga kini jika diperhatikan tidak ada lagi logo Kraft di bungkus Oreo, Cadbury atau Biskuat.

Saat awalnya Oreo hanya memperkenalkan satu jenis Oreo yaitu Oreo dengan krim vanilla kemudian seriring waktu berjalan muncul Oreo dengan krim lebih tebal, dan diikuti dengan Oreo krim cokelat. makin lama Oreo di Indonesia makin bervariasi, ada krim strawberry, krim jeruk, golden oreo, oreo cokelat dan kacang dan kini muncul Oreo dengan krim kelapa ditengahnya.

Variasi ini cukup unik dan tidak terduga karena biskuit sandwich kini masih ada dalam mainstream-nya dengan rasa-rasa populer seperti vanilla-cokelat-strawberry-jeruk-kacang ...
dan bahkan kini Roma mengeluarkan biskuit kelapa sandwich yang mengapit krim vanilla. Oreo cukup berani ada di jalur ini dan kita tunggu rasa lainnya yang mungkin lebih berani.

RASANYA GIMANA DER ?

Saya rasa yang dilakukan oleh Oreo adalah penyempurnaan atas penciptaan aroma dan rasa kelapa yang telah dilakukan oleh sang penemu tersebut. dua biskuit pahit milik Oreo dipadukan dengan krim kelapa menjadi satu kesatuan yang asik.
Rasanya cukup enak, baik untuk sebagai perlipur lara ketika sedang berkegiatan.
juga untuk yang mau cari yang manis-manis ini juga direkomendasikan.
dengan 7900 rupiah memang cukup mahal namun jaman sekarang cemilan yang serupa ga jauh dari harga itu.

begitu.

Sunday, March 8, 2015

1,5

gw sebenernya hampir ga pernah berencana.
selain karena belum berkeluarga, hidup gw terlalu penuh kejat-kejut diberbagai aspek.
salah satunya kehadiran gw di Jogja dan kebelum-lulusan gw ini.
untuk hal yang terakhir kejutnya lahir dari rumah sih dimana mereka khawatir anaknya yang tak kunjung mengirim undangan wisuda ini.

saudara dan kerabat yang seumuran atau bahkan lebih muda, udah update linkedin dengan pekerjaan mereka yang baru sebagai pegawai dientah mana itu. beberapa sudah menikah. sedikit dari mereka yang kuliah lagi atau belum lulus laiknya penulis post ini.

sebenernya gw pun khawatir dengan kebelumlulusan gw kok tenang aja wahai sosayeti.
gw terlambat 1,5 tahun atau kira-kira 18 bulan dari kelulusan yang biasa terjadi kepada angkatan 2009. namun gw optimis gw mengganti 18 bulan dalam hidup gw dengan hal-hal yang membangun kemampuan dan mental untuk menjadi manusia yang mumpuni nantinya.
1,5 tahun memanglah terlihat lama namun menurut gw sebanding dengan apa yang gw perbuat dan terima. sehingga dalam kekesalan gw ketika dibanding-bandingkan dengan anak tetangga yang lulus 3,5 tahun gw dalam hati kadang pengen banget duduk di meja yang sama dengan mereka dan kita ngobrol, apa yang udah mereka kuasai, punya cerita menarik apa dan udah bikin apa aja sih. namun gw takut. takut gw yang kalah :)))

oke, ketika 1,5 tahun yang gw "sia-siakan" ini ternyata kalah isinya sama yang lulusnya cepet mungkin paling ngga, gw bisa cerita banyak ke anak-cucu gw nanti tentang 1,5 tahun hidup gw yang sia-sia itu.
atau sekedar cerita ketika ketemu anak-anak sepupu gw.
atau bisa jadi bahan cerita ketika ada yang ajak ngobrol di kereta atau pesawat.

***

beberapa orang mungkin berpendapat bahwa
"ya mending lulus cepet, terus baru deh dapetin pengalaman 1.5 tahun mu itu setelah lulus"

sebenernya ini ga salah.
namun.
sayangnya.
pasca lulus dalam benak gw adalah sebuah strata kehidupan selanjutnya yang memiliki kewajiban baru dan tuntutan yang baru.ini ada di benak gw aja, karena gw belum lulus :p
itu apa yang gw lihat yang ada di sosayeti sih. mungkin aja salah.

untuk saat ini gw masih dalam usaha mengerjakan dan menyusun skripsi yang terus merengek minta diselesaikan dan semoga sebelum bulan ramadhan, hal ini sudah selesai sehingga tiba di kampung halaman dengan status "menunggu jadwal pendadaran"
cuma bisa amen.