Monday, August 31, 2015

Koper Berdebu

Untuk menjawab pertanyaan "kenapa ?" yang mungkin akan berdatangan seminggu kedepan.

Hari Minggu 30 Agustus 2015 Ketua Perbasasi DIY mengantarkan pesan dari KONI DIY bahwa Tim Softball Putra Yogyakarta tidak mendapat restu untuk berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kualifikasi PON Jabar XIX. Dalam sebuah forum di dug out  bagian timur Lapangan Softball-Baseball hal tersebut diputuskan dan disertai salam-salaman antara pemain, pelatih dan pengurus.

hal ini harus dilakukan karena ada masalah administrasi menilik kasus yang terjadi pada tim putri yang mana ada satu pemain yang tidak diberikan izin bermain oleh panitia pelaksana.

Tim putra memiliki kans untuk mengalami hal buruk yang sama dengan jumlah orang yang lebih banyak jika berangkat ke Jakarta nanti. dan menyebabkan Jogja tidak dapat bermain dengan maksimal.

dan Pra Pon Softball di Jakarta nanti, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak ikut serta mengotori celananya dengan merahnya tanah Lapangan Softball di Senayan.


***

Hingga post ini dipublikasikan mungkin saya masih akan berusaha mencari hal baik dalam keputusan ini. dan jika ada pemain lain yang juga tersakiti semoga tulisan ini dapat mewakili.

mungkin akan terkesan egois karena ini adalah curhatan :p

***

Pemusatan Latihan Softball dimulai dari awal tahun 2015. Pesertanya jarang menyentuh 20 orang dari kira-kira 30 orang yang dipanggil. kira-kira 20 orang yang dipanggil adalah pemain yang rata-rata baru 6 bulan bermain Softball. 10 orang sisanya sudah memiliki pengalaman yang cukup.

uniknya dari 30 pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan tersisa 15 orang yang 6 orang di dalamnya tidak dipanggil untuk seleksi tim Pra Pon Softball.

Pra PON merupakan kualifikasi event olahraga terbesar se-Indonesia, namun suasana latihan, program dan fasilitasnya tidak sebaik persiapan yang pernah saya alami untuk kompetisi antar universitas.

***

Selama hampir 8 bulan berlatih, tiga kali seminggu, semua berhenti tanpa ada kompromi. Usaha kami selama 8 bulan lamanya tidak berbuah apa-apa, bahkan keberangkatan sekalipun. Dalam satu malam semua dengan mudah diputuskan dan esoknya diumumkan kepada tim putra yang sedang dalam tingkat semangat yang tinggi, karena dua minggu lagi akan berangkat ke Jakarta seperti yang dijanjikan 8 bulan yang lalu.


Keputusan ketidak-berangkatan tim softball putra DIY diambil seakan tim ini tidak pernah ada dari awal. Tidak melihat apa yang dikorbankan oleh pelatih dan pemain selama 8 bulan ke belakang.


dan koper-koper yang sudah berharap untuk bersihkan debunya untuk berangkat ke Jakarta, harus menunda perjalanan mereka untuk suatu kejuaraan yang mungkin penting di rentang waktu hidup mereka

***
PON adalah event olahraga terbesar di Indonesia, dan diadakan empat tahun sekali. awalnya saya berharap dapat menutup kesenangan saya bermain softball di Jogja dengan mengikuti Pra PON bersama tim Jogja.

Tidak ada kepedulian untuk dapat lolos ke PON, karena bermain di event Pra PON saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

Dalam cabang lain masalah gaji pemain sudah menjadi budaya, saya dan mungkin hampir seluruh pemain mengikuti tim Jogja kali ini tidak mengharapkan uang sepeser pun. tim ini tidak pernah mengeluh dengan tidak adanya gaji untuk pemain bahkan uang saku, ketika cabang olahraga lain saling membandingkan gaji mereka.saya pribadi hanya ingin merasakan bermain membela suatu daerah dan menikmati segala prosesnya.

Namun ternyata Jogja itu sendiri yang menutup kesempatan saya untuk melakukan ini.

Tentunya saya tidak ingin menunggu empat tahun lagi untuk mengikuti event ini. Saya akan mengubur mimpi saya dengan kenang-kenangan yang diberikan oleh Jogja terhadap saya mengenai hal ini. 

Hal yang merupakan kesalahan dari manajemen tim jogja tetapi mengorbankan mimpi 17 orang yang sudah 8 bulan mengabdikan tenaga dan pikirannya demi nama yang mereka sanding di dada.

dan saya pribadi memaafkan mengenai apa yang menimpa kami, tim softball putra Jogja, tetapi tidak akan pernah terlupakan bagaimana hal ini terjadi.

***

entah mengapa dalam tulisan versi tadi malam saya sulit untuk merangkai katanya agar menjadi lebih baik. dan pagi ini saya mengubah beberapa bagian agar dapat dibaca dengan lebih baik.

untuk segala emosi yang ditumpahkan saya mohon maaf jika ada yang tersindir atau terluka hatinya.


***

semangat tim putri ^^
Post a Comment