Tuesday, January 3, 2017

Aurot

Fenomena lepas jilbab cukup ramai ditemui di kampus saya. FISIPOL UGM.
Sejak SMP atau SMA berjilbab kemudian melepasnya di saat kuliah, antara semester 1 dan 2.
Kadang agak gak berani untuk tanya "eh kenapa lepas ?"
Tapi di beberapa kesempatan, karena hasrat manusia yang paling besar ialah "ingin tahu" maka haruslah saya tanyaken.

"kenapa lepas ?"

Jawabannya cukup tidak memuaskan, karena kebanyakan menjawab...
"tiba-tiba pengen aja" "pengen aja" "ya pengen aja"

Mungkin ada jawaban lain dari mereka yang belum boleh saya ketahui. yes, slice onion theory. (pake teori biar kepake kuliahnya). Gelombang lepas jilbab ini cukup besar dan ternyata tidak terjadi saat jaman kuliah saja, tapi setelah lulus pun terus ada aksi-lepas-jilbab yang cukup masif.

Jadi kalau ada anggapan UGM adalah kampus Sesat, kafir, liberal, syiah, komunis, sosialis, PKI, LGBTQ, Ahokers ! Tentu saja salah.
Karena UGM kampusnya Jokowi.

dan Jokowi selalu salah.

Selain aksi-lepas-jilbab.
karena kata "aksi" sedang naik SEO nya saya sengaja pake kata ini.
oke.
Selain ada aksi-lepas-jilbab ternyata besar pula aksi-pakai-jilbab.
hmmm
saya masih enggan pakai kata hijab. Karena tidak familiar dimulut saya, begitu.

Aksi-pakai-jilbab muncul beriringan dengan berjilbabnya Dewi Sandra, kemudian  Ayat-ayat Cinta yang booming hingga ke luar negeri, dan Sunsilk mengeluarkan shampoo yang membuat perempuan lebih nyaman dengan berjilbab.

Kemudian banyak selebriti yang berjilbab buka butik jilbab dengan mode yang ini itu warna-warni. Youtube dihujani tutorial memakai jilbab agar modis dan masa kini dengan waktu yang singkat.

Perkembangan yang begitu cepat sehingga mereka menjadi sebuah komunitas yang besar, kerap mengundang desainer baju muslim tuk berbagi tips dan trik berjilbab, tak lupa Wardah sebagai brand islami terkemuka ikut andil (dan untung besar) dalam  meledaknya fashion "islami" (lebih tepat Arab Wave) ini.

tak heran terlalu banyak orang mendadak berjilbab. Layaknya betapa ramai orang di mall dan keramaian memakai kaos dan dasi ketika sk8ter boi-nya Avril Lavigne ramai di MTV. dan semua anak memakai plester di tubuhnya yang tanpa luka, karena Sherina.

Tapi, tetapi, namun..
tidak semua yang tiba-tiba berjilbab itu korban mode atau ikut-ikut belaka atau latah. Tak sedikit yang menganggapnya sebagai, hijrah. Pembaruan diri, pendewasaan diri atau bahasa lain-lainnya.

Yang namanya memulai itu sulit lho..
bagi saya, orang-orang yang akhirnya memutuskan berjilbab di usia dewasa sangatlah keren. Banyak yang makin dewasa semakin meninggalkan kepercayaan dan sangat duniawi, di samping itu ada pula yang semakin menemukan keagamaannya dan akhirnya melangkah lebih dekat dengan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya, seperti..

menutup aurat, menikah, naik haji dan seterusnya.

yah, pakai tak pakai semoga tetap jadi orang baik.
baik jiwa dan raganya.

Post a Comment