Monday, January 16, 2017

Pesan Tony

Bukan tentang guru geografi saya saat SMA.
Tony Awards adalah penghargaan untuk tokoh-tokoh Teater di Amerika sana.
Setiap tahun para pelaku seni teater dari hulu hingga hilir diberi penghargaan atas kontribusinya di tahun tersebut, aktris, aktor, penata cahaya, penata suara, produser dan seterusnya.

Beberapa hari ini saya rajin menyaksikan beberapa pembukaan dari award tersebut, seenggaknya ada 3 Tony Awards Opening yang kerap saya saksikan, yakni tahun 2012, 2013 dan 2016. Pembukaan tahun 2012 dan 2013 dipandu oleh Neil Patrick yang sangat kondang sebagai opener malam penanugrahan seperti Oscar, Emmy dan People Choice Award.

Setiap pembukaan Tony punya pesan-pesan menarik kepada dunia tentang Teater. Tahun 2011 Tony Awards mengangkat tema, bahwa teater bukanlah tempat khusus untuk para gay atau homoseksual, teater itu milik semua lapisan masyarakat tak peduli latar belakangnya. 

2013 membawa pesan yang lebih besar dengan "make it bigger". Mereka percaya bahwa teater dapat menjadi tempat yang lebih baik dan lebih besar untuk semua penikmat, pekerja dan semua orang-orang yang bermimpi menjadi bagian dari Broadway.

Favorit saya adalah Tony Awards dipandu dan dibuka oleh penampilan ciamik James Corden, pemandu acara Late Late Show yang kini booming dengan Carpool Karaoke-nya di Youtube,  yang tidak punya latar belakang teater membuka Tony Awards dengan rapih dan jenaka. James membawa pesan yang cocok dengan latar belakangnya "this could be you". Pesan yang sangat baik menggugah untuk anak-anak teater manapun yang menyaksikan. Pesan yang membuat penegasan bahwa.. kamu bisa saja ada di atas panggung ini sebagai apapun suatu saat nanti. Pesan yang membuat mata orang-orang bahwa segalanya dapat terjadi, seperti James yang mungkin di hati kecilnya memiliki keinginan dapat tampil di teater dan malam itu segalanya menjadi nyata.

Melihat festival-festival serupa di Indonesia, belum ada kiranya yang memiliki pesan-pesan seperti itu. Semua masih terpaku pada tokoh. Siapa yang terkenal saat itu ? Pasang saja di pembukaan agar meriah dan semua senang. Rating tinggi dan pemilik TV bahagia.

Jika pembelaannya. Wah orang TV belum mampu buat hal yang begitu. Ada banyak pekerja-pekerja seni yang sering membuat hal serupa, tidak harus orang dalam. Bisa hire orang luar perusahaan yang kemudian bisa mendesain segalanya agar menjadi hal yang baik.

Contohnya ?
Satu-satunya Teater musikal besar yang pernah saya tonton, Laskar Pelangi. Secara logika prosesnya sama, tinggal adanya keinginan untuk membuat hal yang baru di festival di Indonesia yang sayangnya hanya sebatas ini...



Setelah itu memang harus ada yang memulai. memang ongkos produksi pasti besar karena harus latihan dan mendesain tarian, lampu, visual dan seterusnya. Tapi proses yang baik itu pasti dapat membuahkan sebuah karya yang dapat menaikkan standard festival di Indonesia.


Untuk itu link video Tony Awards yang saya bahas di atas, akan saya sertakan di bawah ini.
enjoy ~


Tony Awards 2012

Tony Awards 2013


Tony Awards 2016


Tony Awards 2011
Post a Comment