victims

Showing posts with label enak. Show all posts
Showing posts with label enak. Show all posts

Monday, July 6, 2015

Lika-liku Martabak

Perkenalan saya dengan Martabak terjadi kira-kira 15 tahun yang lalu. Orang tua saya paling tidak seminggu sekali pulang di malam hari membawa plastik hitam berisi kotak putih dengan empat lubang di atasnya dan direkatkan dengan karet gelang merah.

terkadang ada dua kotak, yang dengan mudah ditebak.
mana Martabak manis dan mana Martabak telur.
Martabak manis yang dibawa orang tua saya selalu rasanya cokelat dan ada kacang serta wijen ikut serta di peraduan antara dua sisi martabak.
jika beruntung ada lima hingga sepuluh buah cakwe, bakpau goreng dan kukus menyertai.

keduanya punya peran tersendiri ketika hadir di meja makan.
Martabak cokelat hadir sebagai cemilan.
Martabak telur kerap dijadikan lauk, bersama acar dan saus tauco-nya.
dan jika keduanya tidak habis dimakan pada malam itu, akan dijadikan sarapan oleh ibuk saya.

pengalaman berikutnya bersama Martabak adalah ketika orang tua saya membawa saya ke paling indah di negeri ini, Pasar Ciputat.

Saya bertemu langsung dengan sang penjual.

Gerobaknya bertuliskan "Martabak Bangka Spesial"
dikepalai oleh pasangan tionghoa dan diburuhi oleh orang pribumi.
sangat menarik melihat mereka membuat makanan-makanan yang sering saya santap.

Dimulai dengan memukul loyang martabak dengan kain.
mengaduk gayung berisi adonan.
kemudian adonan dituang dan diratakan dengan ciduk plastik.
sebelum matang, adonan diberi gula pasir yang cukup banyak.
dan ditutup.

Dimeja sebrang, di atas bidang plastik yang luas, salah satu perupa martabak telur sedang memainkan adonan Martabak. dari gumpalan hingga meluas seluas bidang yang tersedia.
kemudian, di wadah logam, sang perupa mencampur dua telur bebek dan segala bumbu yang diperlukan..
dan dituang di atas adonan yang sudah merebah di atas loyang panas.

Semua orang pasti sepakat, bahwa kaleng mentega bergambar Unta adalah penentu kenikmatan saat menggigi Martabak. Kaleng tersebut seperti dijampi-jampi.
Setiap gigitan rasanya seperti gigitan pertama.

Persembahan dari penjual Martabak ini sulit dilupakan. karena paling tidak, hingga saya lulus SD sering berpapasan dengan sang penjual yang senyumnya luas ini.
tidak jarang adik saya mendapatkan bakpau atau cakwe gratis dari sang bapak ketika sedang di pasar.

Beranjak dewasa, Martabak Bangka Spesial dari Pasar Ciputat semakin jarang mampir di meja makan. Kini Ibu saya memilih untuk membeli Martabak di dekat komplek atau di daerah Pamulang yang antre-nya cukup panjang karena terkenal enaknya (setelah saya coba terlalu basah, membuat eneg)

Memasuki tahun 2010 mulai lahir inovasi-inovasi pangan yang cukup radikal.
salah satunya yang terkena imbasnya adalah Martabak.
Martabak mulai diisi dengan isian yang "premium"
selai dan taburan cokelat kelas atas menghiasi garis tengah di antara kedua Martabak.

Isi Martabak menjadi lebih penting ketimbang Martabak itu sendiri.
tanpa disadari kualitas Martabak menjadi menurun.
Martabak enak yang dahulu ditentukan dengan proses pengkaryaannya... dari bahan mentah, menjadi adonan, dan bagaimana sikapnya ketika sedang dimasak hingga proses potong yang sakral kini proses itu dimudahkan asalkan isinya yang enak (belum tentu enak).

Harga Martabak memang terus naik, paling mahal kini ditaksir seharga 40ribu rupiah.
Martabak Premium hadir dengan mimpi-mimpi yang dibawah melalui isian kelas atas dan menyebabkan harga Martabak enak seakan harus tinggi pencapai 150ribu rupiah.

Penjual Martabak adalah perupa. Memiliki jam terbang yang tinggi dan passion yang kuat dalam memasak Martabak sehingga hasilnya akan pas dan konsisten. Kini siapapun dapat menjadi penjual Martabak asalkan memiliki alat masak sendiri, resep dari google dan youtube dan modal yang besar untuk menyediakan isian kelas tinggi.

Kini konsumen hanya bisa tinggal memilih.
Memilih gengsi atau keindahan.

Thursday, July 2, 2015

Lampiasan Pulang

Lama tak pulang membuat gw ingin melampiaskan beberapa hal yang mungkin nanti bisa ditemui ketika udah ada di bumi Tangsel yang indah.


***

1. Masakan Manado Mamak

urutan pertama yang harus dan selalu harus ditemui ketika pulang nanti. Secara mamak gw baru aja pulang dari Manado mungkin beliaw bawa ikan-ikan atau oleh-oleh menarik dari sana. yang belum tau Manado, ehm. banyak yang ga tau Manado itu ada di Sulawesi. Sulawesi adalah  pulau yang berada di sebelah timur Kalimantan. Bentuknya unik seperti orang sedang lay-up. Manado ada di Sulawesi Utara yang artinya ada disekitar ujung utara Pulau Sulawesi. Begitu.
Dari Jogja gw sudah berharap semoga hidangan di atas meja nanti berupa ikan-ikanan yang syur dan mimpi gw adalah bisa berbuka dengan pisang goreng + dabu-dabu. (lap iler, lap ingus, lap keringet).
Pisang goreng + sambel adalah cemilan sehat berenergi dari Manado. Mungkin bukan cuma manado, tapi di Kalimantan - Sulawesi - Ambon beberapa daerah yang memiliki kebiasaan menyantap pisang goreng dengan sambal. Pisangnya sendiri jangan bayangkan pisang yang cemen kayak di Jawa. Pisang sana besar, tebal dan bikin kenyang.

2. Jogging Keliling Komplek

Karena sudah makan, harus diimbangi dengan terbakarnya paling ngga sedikit lemak dari yang sudah di asup. Jogging keliling komplek udah kayak ritual sendiri sih kalo pulang ke Tangsel. selain mencari keringat juga mencari tahu ada apa aja perubahan dengan cara keliing komplek. kalau beruntung ketemu bapak-bapak yang akan nanya (udah selesai kan ya ?)

3. Makan Bakmi GM

Jogja yang berhati nyaman ini tidak punya Bakmi GM disegala sudut kotanya. hati ini rasanya tidak nyaman kalau pulang namun tidak icip nasi goreng atau mie goreng atau pangsitnya yang tipis namun asik itu.

4. Makan Bakmi Japos

legenda mie di seluruh alam semesta. Kurang diketahui mengapa namanya Japos namun yang gw ketahui adalah rasanya entah mengapa merasuk ke relung hati. 

5. Naik Motor

secara random, sangat berbeda naik motor di Jogja dan di Tangerang Selatan. Ada suasana yang berbeda saat di jalan, kemudian parkir dan menyalakan motor kembali. Lalu lintas yang agak lenggang sedikit macet. ini di Tangsel lho, makanya sedikit tidak macet diwaktu tertentu. modus lainnya sih sebenarnya penasaran sama jalanan Tangsel apa aja yang berubah. dll..

6. Makan di Warteg

Naik motor tadi cuma selingan biar ga keliatan makan terus pas pulang nanti. Warteg adalah salah satu pesona wisata Tangsel yang kurang digemari. Masakan Warteg entah mengapa sangatlah menarik. Lauk yang Bhinneka dicampur menjadi satu dilengkapi teh anget tawar betapa nikmatnya. Hal ini harus gw lakukan ketika pulang nanti.

7. Beli Tiket Ke Jogja

Demi mengejar gelar sarjana rasanya jangan lama-lama di Tangerang Selatan.

Berikut rangkaian yang harus gw lakukan, meskipun ada beberapa hal penting yang tidak harus ditulis misalnya ke Slipi (eh malah gw tulis).

Wednesday, March 11, 2015

Tanya Derry Sebelum Membeli : Oreo Coconut Delight

Karena di Indo**maret ada promo beli dua oreo geratis satu maka berujung pada post saya yang kini mengenai makanan-diputer-dijilat-dicelupin ini.

Makanan ringan rasa kelapa di Indonesia adalah salah satu anugrah dalam cipta rasa perusahaan makanan dalam negeri. Entah mengapa rasanya betapa enak dan selalu di asosiasikan dengan teh hangat manis buatan ibuk.

Memang biskuit kelapa bukanlah sebuah kudapan yang disantap secara reguler. layaknya wafer biskuit kaleng Khong Guan kesempatan untuk menyantapnya seperti ada waktu tersendiri.

keunikan dari biskuit aroma kelapa adalah wangi kelapanya yang entah mengapa tidak menusuk dan membuat nyaman bagi mereka yang mengkonsumsi.

Makanan kudapan kemasan dalam negeri yang bertemakan kelapa di dominasi oleh Roma Biskuit Kelapa produksi Mayora. Hal ini tentu disebabkan frekuensi iklan Roma sangat tinggi di media nasional sehingga menutup dominasi kudapan aroma kelapa di Indonesia dari brand lain seperti Nissin atau AIM Biscuits.

***
Oreo merupakan salah satu cemilan yang disukai oleh orang Indonesia. Oreo muncul ke permukaan dengan iklan yang menceritakan rahasia seorang Ayah tentang "Cara Makan Oreo" Twist-Lick_Dunk atau dalam Bahasa Indonesia di kenal dengan "Diputer Dijilat Dicelupin".

Oreo masuk di Indonesia ketika masih di bawah brand Nabisco ( kalau ingat dulu di tengah keping oreo melintang tulisan Nabisco) kemudian Nabisco diakuisisi oleh Kraft sehingga seluruh produk Nabisco termasuk Oreo ada di bawah kendali Kraft. Tahun 2012 Kraft membuat sub-brand bernama Mondelez yang membawahi divisi cemilan di Kraft, sehingga kini jika diperhatikan tidak ada lagi logo Kraft di bungkus Oreo, Cadbury atau Biskuat.

Saat awalnya Oreo hanya memperkenalkan satu jenis Oreo yaitu Oreo dengan krim vanilla kemudian seriring waktu berjalan muncul Oreo dengan krim lebih tebal, dan diikuti dengan Oreo krim cokelat. makin lama Oreo di Indonesia makin bervariasi, ada krim strawberry, krim jeruk, golden oreo, oreo cokelat dan kacang dan kini muncul Oreo dengan krim kelapa ditengahnya.

Variasi ini cukup unik dan tidak terduga karena biskuit sandwich kini masih ada dalam mainstream-nya dengan rasa-rasa populer seperti vanilla-cokelat-strawberry-jeruk-kacang ...
dan bahkan kini Roma mengeluarkan biskuit kelapa sandwich yang mengapit krim vanilla. Oreo cukup berani ada di jalur ini dan kita tunggu rasa lainnya yang mungkin lebih berani.

RASANYA GIMANA DER ?

Saya rasa yang dilakukan oleh Oreo adalah penyempurnaan atas penciptaan aroma dan rasa kelapa yang telah dilakukan oleh sang penemu tersebut. dua biskuit pahit milik Oreo dipadukan dengan krim kelapa menjadi satu kesatuan yang asik.
Rasanya cukup enak, baik untuk sebagai perlipur lara ketika sedang berkegiatan.
juga untuk yang mau cari yang manis-manis ini juga direkomendasikan.
dengan 7900 rupiah memang cukup mahal namun jaman sekarang cemilan yang serupa ga jauh dari harga itu.

begitu.