victims

Thursday, February 19, 2015

Membaca Cara Menulis

Pertanyaan "darimana dapat inspirasi" atau "bagaimana mendapatkan ide" tak henti menghujam pertemuan-pertemuan kreatif seperti bedah buku bersama sang penulis, kelas-kelas komunikasi strategis dan nonton bareng film pendek atau dokumenter.

beberapa saat yang lalu saya membuka blog saya dan berniat menelurkan satu tulisan namun apa daya, hanya draft tanpa arti yang saya dapati. kemudian saya terus mencari bagaimana tangan ini menghasilkan sesuatu yang asik untuk ditulis.

kemudian muncul sebuah pertanyaan, apakah definisi asik itu sendiri. kemudian asik itu bagi siapa. saya khawatir bahwa ketidakmampuan saya menghasilkan tulisan karena berpikir untuk keasikan orang lain yang muncul dari asiknya saya membaca tulisan orang lain. memang sih menulis baiknya juga asik untuk dibaca orang lain seperti kata dosen saya di matakuliah dasar-dasar penulisan kala itu. bahwa menulis untuk diri sendiri tak lebih dari sekedar onani.

beberapa saat yang lalu dua senior saya Awe dan MasJaki menulis di blog mereka masing-masing tentang bagaimana mereka menulis. Keduanya terlalu keren sehingga ketika membacanya ada rasa bahwa seperti itulah caranya menulis. banyak referensi, catatan, riset dan post it berwarna-warni menghiasi.

ditengah kepanikan itu kemudian saya tersadarkan tujuan awal dari saya menulis, bahwa saya menulis untuk hanya menulis. Mungkin sulit didefinisikan, namun saya menulis memang untuk hanya menulis. saya menulis musik, makanan, tempat olahraga, percintaan, keluhan terhadap pendidikan, tulisan untuk tukang parkir dan seterusnya.

ya setiap penulis punya cara sendiri untuk menulis. kedua senior saya menulis ya memang karena mereka ada pembaca yang mereka layani. sedangnkan saya menulis untuk belajar melayani diri sendiri sehingga saya dapat melihat bagaimana saya dapat berpikir secara sistematis dan memiliki struktur dalam menyusun kata-kata di dalam satu tulisan. terkadang saya memang penasaran berapa nilai dari tulisan-tulisan saya jika di ponten oleh beberapa orang yang sudah mahir dalam menulis. namun kadang saya berpikir bahwa nilai tersebut juga memiliki kemampuan untuk memberi tekanan bahwa saya harus menulis seperti "ini" yang lagi-lagi membuat saya lupa apa tujuan awal saya menulis.

jadi kini bagi saya, dapat menulis satu postingan blog saja sudah merupakan prestasi. menulis dari pemikiran sendiri, dengan cara saya sendiri yang walaupun dibaca juga sendiri.
Post a Comment