victims

Tuesday, February 13, 2018

Walls Chocolate Magma : Retargeting / whatever u calling it

Di serbu dua brand dengan harga murah, Aice dan Glico yang rasanya enak pastinya mengguncang Walls dan Campina. Pertengahan 2017 Indoeskrim Meiji pun muncul ke permukaan dengan style iklan a la sinetron-kolosal-dubbingan-Indosiar ikut serta meramaikan industri per-eskriman.
Di tengah keramaian tersebut Diamond duduk manis menjadi andalan menu eskrim di cafe - cafe.
Aice dan Glico pastinya punya untung yang besar karena masuk ke dalam blantika eskrim Indonesia tanpa iklan sama sekali. Cukup placement kulkas ke minimarket dan beberapa warung tetangga terkemuka ( di Jogja juga dijual di Kompak : Tempat Potong Rambut)
Sementara itu Campina dan Walls terlihat kurang siap dengan susupan Aice dan Glico. Selain dingin (yha), 2 pendatang baru ini punya beberapa rasa yang unik dan enak. Namun selain dari faktor itu semua, yang paling penting adalah : Mure
Glico punya eskrim seharga 1500 yang mana dulu terakhir terjadi tahun 2010. Aice juga punya eskrim serupa dengan harga 2000 rupiah.
Menanggapi 2 anak kemarin sore, Campina mengeluarkan eskrim cup dengan kemasan yang cute dan jendol-jendol.
Walls sendiri masih berinovasi dengan beberapa rasa baru yang mungkin sudah direncanakan sebelumnya. Kemudian 17 Agustus turut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan launching Eskrim roti-rotian rasa strawberry - Vanila (merah putih) dan kemudian menutup 2017 dengan elegab mengakui keunggulan Glico dan Aice.
2018 tak dinyana Walls membuka tahun dengan mendorong produk klasik, primadona pada masanya : Ice Cream Chocolate Magma. Produk yang seumuran dengan Eskrim Pelangi ini kembali memiliki iklan personal setelah selama ini iklan Walls didominasi Magnum dan produk-produk rasa baru. Seonggok eskrim yang seperti terlupakan tetapi selalu jadi pilihan.
Dengan harga 2000 rupiah ( sempat menembus harga 3300) tentunya dengan predikat Walls, kekuatan iklan dan rasa yang enak tentunya akan mampu mendulang aktivitas pembelian yang baik ketimbang 2 eskrim kemarin sore yang tak pernah muncul namanya di media manapun. Terlebih lagi Aice sempat memiliki reputasi buruk perihal sikap mereka terhadap karyawan mereka sendiri.
Berikut cerita sensasi dingin - dingin di Indonesia, Bagaimana sikap perusahaan berusia 26 tahun menyikapi junior-juniornya yang masih alay, caper dan mencari jati diri.  Info aja, musim hujan makan eskrim tetep enak.
Post a Comment